Sleman – Semangat kemandirian desa kembali menguat dari Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman. Melalui kegiatan soft opening Taman Ketahanan Pangan Semar Ndalil, Jumat (2/1/2026), masyarakat bersama pemerintah daerah memulai langkah nyata menjalankan mandat Keputusan Menteri Desa PDTT Nomor 3 Tahun 2025 tentang penguatan ketahanan pangan desa.
Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat. Menurutnya, ketika warga telah bergerak dan berinisiatif, maka peran pemerintah adalah hadir untuk memberi dukungan, pendampingan, dan penguatan.
“Saya senang melihat masyarakat aktif. Kalau sudah seperti ini, bupati tinggal support,” ujar Bupati di hadapan undangan.
Bupati juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan antara pengelola kegiatan dengan DPRD, Bupati, serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, agar berbagai kebutuhan dan potensi bantuan dapat tersinergikan secara optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyatakan persetujuannya atas keputusan pengelola BUMKal yang menunjuk direktur dari sosok mantan Babinsa yang dikenal jujur dan disiplin. Menurutnya, integritas dan kedisiplinan adalah fondasi utama dalam mengelola usaha desa.
“Ini baru awal. Jangan gampang putus asa,” pesan Bupati, memberi suntikan semangat kepada para pengelola dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan soft opening kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung berbagai unit ketahanan pangan yang dikembangkan, antara lain budidaya ayam KUB, lele, dan nila, pengelolaan greenhouse, serta pameran produk-produk UMKM lokal. Kawasan Semar Ndalil pun diarahkan menjadi ruang edukasi, produksi, dan wisata berbasis ketahanan pangan.

Perwakilan pengelola Ketapang Semar Ndalil, Ibu Endang, yang juga Ketua KWT Girikerto, menyampaikan rasa syukur dan harapan agar program ini terus mendapatkan pendampingan lintas sektor, sehingga manfaatnya dapat dirasakan luas oleh petani, perempuan tani, dan pelaku UMKM desa.
Taman Ketahanan Pangan Semar Ndalil sendiri merupakan bagian dari program Ketapang BUMKal Gerbang Merapi, yang memanfaatkan alokasi 20 persen Dana Desa untuk mengembangkan usaha terpadu sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan yang bersinergi dengan Gapoktan, KWT, dan UMKM, sebagaimana diamanatkan dalam kebijakan nasional.
Meski berlangsung lancar dan penuh antusiasme, panitia menyampaikan catatan evaluatif bahwa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, selaku pengawal Dana Desa, belum sempat terundang dalam kegiatan ini. Ke depan, sinergi lintas OPD diharapkan semakin diperkuat agar program ketahanan pangan desa berjalan semakin akuntabel, berkelanjutan, dan berdampak luas.
Dari Girikerto, Semar Ndalil menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar program, melainkan gerakan bersama tumbuh dari desa, dikelola dengan kejujuran, dan dijalankan dengan ketekunan.







