Glagaharjo, Sleman — Suasana khidmat sekaligus penuh kebersamaan menyelimuti Upacara Hari Jadi ke-78 Kalurahan Glagaharjo yang digelar pada Minggu, 19 April 2026, pukul 14.00 WIB di Lapangan Kalurahan Glagaharjo. Peringatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan panjang desa yang tumbuh dari kawasan gersang bernama Glagahsari menjadi wilayah tangguh di lereng Gunung Merapi.
Acara dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarto, M.M., Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Sleman, Alhalik, S.Sos, MT, serta Lurah Glagaharjo, Suroto, SH, bersama jajaran pamong kalurahan, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Dalam sambutannya, Sekda Sleman, Susmiarto, menyampaikan apresiasi atas capaian pembangunan dan ketangguhan masyarakat Glagaharjo dalam menghadapi dinamika alam Merapi.
“Kalurahan Glagaharjo adalah contoh bagaimana masyarakat mampu beradaptasi dengan lingkungan sekaligus memanfaatkan potensi yang ada untuk kemajuan bersama. Pemerintah Kabupaten Sleman akan terus mendorong penguatan desa melalui pembangunan yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kalurahan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat pembangunan desa, termasuk penguatan ekonomi, ketahanan sosial, serta kesiapsiagaan bencana.
Sementara itu, Alhalik dalam sambutannya menegaskan bahwa Glagaharjo merupakan contoh nyata kalurahan yang mampu bangkit dan berkembang di tengah tantangan geografis.
“Glagaharjo bukan hanya bertahan dari ancaman bencana Merapi, tetapi juga mampu mengelola potensi lokal dengan baik. Ini menunjukkan kekuatan gotong royong dan kearifan lokal masyarakatnya,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar momentum hari jadi ini dijadikan pijakan untuk memperkuat pembangunan berbasis masyarakat, peningkatan kapasitas kelembagaan desa, serta penguatan ekonomi lokal melalui berbagai program pemberdayaan.
Sementara itu, Lurah Glagaharjo, Suroto, SH, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang kalurahan hingga usia ke-78.
“Dari wilayah yang dahulu dikenal sebagai Glagahsari yang gersang, kini Glagaharjo terus berkembang menjadi kalurahan yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. Ini semua berkat kebersamaan dan semangat masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh warga untuk terus menjaga nilai-nilai budaya, memperkuat solidaritas sosial, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana sebagai bagian dari kehidupan di lereng Merapi.
Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-78 ini sebelumnya telah diisi dengan berbagai kegiatan, seperti malam tirakatan, ziarah makam para pamong terdahulu, hingga upacara adat sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan leluhur desa.
Puncak acara yang digelar di lapangan kalurahan berlangsung meriah namun tetap sarat makna, mencerminkan perpaduan antara tradisi, semangat kebersamaan, dan optimisme menuju masa depan.
Dengan semangat hari jadi ke-78, Kalurahan Glagaharjo di Kapanewon Cangkringan diharapkan terus melangkah maju sebagai kalurahan yang tangguh, inovatif, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal di tengah dinamika perkembangan zaman.