Dari Dana Desa Menuju Ketahanan Pangan: Langkah Nyata BUMKal Wijasena Kembangkan Peternakan Puyuh

- Penulis

Selasa, 14 April 2026 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa kini semakin nyata. Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, membuktikan bahwa Dana Desa tidak hanya menjadi instrumen pembangunan fisik, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi produktif masyarakat.

Melalui penyertaan modal kepada BUMKal Wijasena, Pemerintah Kalurahan Glagaharjo menginisiasi pembangunan unit usaha peternakan puyuh sebagai bagian dari Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025. Program ini bukan sekadar proyek, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan warga.

Dengan total anggaran sebesar Rp204 juta yang bersumber dari Dana Desa, BUMKal Wijasena berhasil membangun sarana peternakan puyuh yang lengkap dan siap operasional. Pembangunan ini meliputi kandang utama seluas 200 meter persegi, bangunan penampungan limbah, serta berbagai fasilitas pendukung seperti instalasi listrik, air, hingga peralatan operasional.

Tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, program ini juga dilengkapi dengan pengadaan 50 unit sangkar puyuh dengan kapasitas hingga 6.300 ekor. Sebagai langkah awal operasional, sebanyak 6.260 bibit puyuh berhasil didatangkan dan kini telah mulai dipelihara di kandang yang telah disiapkan.

Langkah ini menjadi bukti bahwa pengelolaan Dana Desa dapat diarahkan pada kegiatan produktif yang memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung ketersediaan pangan lokal.

Pelaksanaan program ini dilakukan secara bertahap dan terencana, dimulai dari persiapan lahan, pembangunan konstruksi kandang, pemasangan instalasi pendukung, hingga pengadaan sarana dan bibit ternak. Seluruh proses berjalan sesuai dengan perencanaan dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.

Menariknya, tingkat penyerapan anggaran mencapai 100%, menunjukkan bahwa program ini tidak hanya berjalan efektif, tetapi juga efisien. Beberapa penyesuaian teknis di lapangan dapat diimbangi dengan efisiensi pada komponen lainnya, tanpa mengurangi kualitas hasil akhir.

Hadirnya unit usaha peternakan puyuh ini diharapkan mampu memberikan berbagai manfaat strategis. Selain menghasilkan produk pangan berupa telur puyuh, usaha ini juga membuka peluang kerja, meningkatkan kapasitas usaha BUMKal, serta berpotensi menambah Pendapatan Asli Kalurahan.

Lebih dari itu, program ini menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian desa dalam memenuhi kebutuhan pangan secara berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang profesional dan berorientasi pada produktivitas, peternakan puyuh ini diharapkan menjadi salah satu unit usaha unggulan di Kalurahan Glagaharjo.

Meski telah berhasil dibangun dan mulai beroperasi, keberlanjutan usaha ini tetap menjadi kunci utama. Pengelolaan yang tertib administrasi, pemeliharaan sarana secara berkala, serta monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan menjadi faktor penting untuk memastikan usaha ini berkembang optimal.

Ke depan, pengembangan kapasitas produksi dan efisiensi usaha menjadi langkah strategis agar unit usaha ini tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Penutup

Pembangunan peternakan puyuh oleh BUMKal Wijasena menjadi contoh nyata bagaimana Dana Desa dapat dimanfaatkan secara produktif dan berkelanjutan. Dari kandang yang dibangun, harapan akan kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat mulai tumbuh.

Ini bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan langkah awal menuju desa yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 5

No votes so far! Be the first to rate this post.

Berita Terkait

Dana Desa Kini Bisa “Dipotong” untuk Cicilan Koperasi Merah Putih, Solusi atau Beban Baru Desa?
“BUMDes Terhambat Regulasi? Antara Kewajiban Badan Hukum dan Lambannya Verifikasi”
Dana Desa Dorong Ketahanan Pangan, Sleman Bangun Kekuatan Ekonomi dari Desa
“Dari Desa untuk Pangan Negeri: Kebangkitan BUMKal Kabupaten Sleman Menyemai Harapan Baru”
Tenaga Pendamping Profesional (TPP), Sahabat Desa dalam Perencanaan hingga Pemberdayaan
“Di Balik Permendes 16/2025: Ketika Posyandu, PAUD, dan Koperasi Berebut Anggaran”
Mengapa Banyak BUMDes Jalan di Tempat? Catatan Akhir Tahun dari Desa
BUMDES Lampung Barat di Ujung Tahun Anggaran
Berita ini 54 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 19:07 WIB

Dari Dana Desa Menuju Ketahanan Pangan: Langkah Nyata BUMKal Wijasena Kembangkan Peternakan Puyuh

Senin, 13 April 2026 - 13:47 WIB

Dana Desa Kini Bisa “Dipotong” untuk Cicilan Koperasi Merah Putih, Solusi atau Beban Baru Desa?

Minggu, 12 April 2026 - 11:36 WIB

“BUMDes Terhambat Regulasi? Antara Kewajiban Badan Hukum dan Lambannya Verifikasi”

Rabu, 8 April 2026 - 06:27 WIB

Dana Desa Dorong Ketahanan Pangan, Sleman Bangun Kekuatan Ekonomi dari Desa

Jumat, 3 April 2026 - 21:09 WIB

“Dari Desa untuk Pangan Negeri: Kebangkitan BUMKal Kabupaten Sleman Menyemai Harapan Baru”

Berita Terbaru