Talk Show FORKOM BUMKal: Menakar Kesiapan Kalurahan di Era KDMP

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sleman, 29 April 2026 — Semangat kolaborasi dan optimisme mewarnai kegiatan Talk Show FORKOM BUMKal Kabupaten Sleman Tahun 2026 yang digelar di Pendopo DPRD Kabupaten Sleman, Rabu (29/4). Mengusung tema “Kupas Tuntas BUMKal di Era KDMP, Siapkah Kalurahan?”, forum ini menjadi ruang strategis untuk membahas masa depan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) sebagai penggerak ekonomi desa yang adaptif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, dinas terkait, akademisi, hingga praktisi BUMKal yang telah terbukti sukses. Diskusi berlangsung dinamis, menyoroti pentingnya kesiapan kelembagaan dan kolaborasi dalam menghadapi transformasi ekonomi desa di era Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Salah satu poin utama yang mengemuka adalah pentingnya sinergi antara BUMKal dan koperasi. Keduanya ditegaskan bukan sebagai pesaing, melainkan mitra strategis dengan peran berbeda namun saling melengkapi.

BUMKal diarahkan untuk mengelola aset dan potensi usaha milik kalurahan, sementara koperasi atau KDMP fokus pada penguatan ekonomi masyarakat, termasuk pembiayaan dan distribusi. Dengan pembagian peran yang jelas, potensi tumpang tindih usaha dapat dihindari.

Tiga skema kolaborasi menjadi sorotan, yakni pembagian sektor usaha, kolaborasi praktis dalam permodalan, serta pembentukan usaha bersama yang melibatkan kedua lembaga secara kolektif.

Inspirasi kuat datang dari pengalaman Kalurahan Sambirejo, Prambanan. Dari awalnya hanya unit simpan pinjam, BUMKal di wilayah ini berhasil berkembang menjadi pengelola destinasi wisata terintegrasi, termasuk restoran, homestay, jeep wisata, hingga layanan pendukung lainnya.

Dampaknya signifikan. Pendapatan yang semula hanya sekitar Rp10 juta per tahun melonjak hingga ratusan juta, bahkan pernah mencapai Rp1,2 miliar. Tak hanya itu, sekitar 520 warga turut merasakan manfaat ekonomi dari pengembangan usaha tersebut.

Menariknya, untuk menjaga pemerataan ekonomi, dibentuk koperasi jeep wisata dengan kebijakan satu keluarga maksimal memiliki satu unit. Skema ini dinilai efektif mencegah monopoli dan mendorong distribusi pendapatan yang lebih adil.

Diskusi juga menekankan bahwa usaha desa tidak harus besar, tetapi harus relevan dengan kebutuhan masyarakat, cepat menghasilkan, dan fleksibel mengikuti perkembangan pasar.

Beberapa peluang yang dinilai potensial antara lain usaha sembako, peternakan ayam petelur skala rumah tangga, penjualan online melalui platform digital, event organizer desa, wisata lokal, hingga pengelolaan air bersih dan sampah.

Kunci keberhasilan terletak pada inisiatif warga. Usaha yang lahir dari kebutuhan nyata masyarakat dinilai lebih kuat dan berkelanjutan dibandingkan yang sekadar berbasis proyek.

Meski peluang terbuka lebar, sejumlah tantangan masih menjadi perhatian. Di antaranya kualitas SDM pengelola, keterbatasan modal, tata kelola yang belum profesional, hingga transparansi laporan yang perlu ditingkatkan.

Selain itu, belum adanya regulasi yang tegas terkait pembagian peran antara BUMKal dan koperasi juga menjadi catatan penting.

Forum ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain perlunya penyusunan regulasi yang jelas, peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan, penguatan akses modal dan pasar, serta pendampingan kelembagaan secara berkelanjutan.

Secara keseluruhan, BUMKal di Kabupaten Sleman dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pilar utama ekonomi desa. Dengan pengelolaan profesional, dukungan pemerintah, serta partisipasi aktif masyarakat, BUMKal diyakini mampu tumbuh menjadi kekuatan ekonomi lokal yang mandiri dan berkelanjutan.

Kegiatan talk show ini pun ditutup dengan harapan agar hasil diskusi tidak berhenti sebagai wacana, melainkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat BUMKal di seluruh kalurahan di Sleman.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.5 / 5. Vote count: 2

No votes so far! Be the first to rate this post.

Berita Terkait

DIY Percepat Pemutakhiran Indeks Desa 2026, Dorong Status Kalurahan Menuju Mandiri
Monev BUMKal Sari Mumpuni Sendangsari: Dorong Profesionalisme dan Penguatan Ekonomi Kalurahan
Glagaharjo Rayakan Usia ke-78, Harmoni Tradisi dan Ketangguhan Lereng Merapi
Pesona Bukit Klangon, Surga Tersembunyi di Lereng Merapi yang Kian Diburu Wisatawan
Pemeringkatan BUM Desa 2026 Dorong Profesionalitas dan Kemandirian Ekonomi Desa
“BUMKal Arum Sembada Tunjukkan Arah Positif: Dari Rintisan Usaha Hingga Kontribusi Nyata untuk Kalurahan”
Gaspol Kembangkan Ketahanan Pangan, BUMKal Widodo Makaryo Bukukan Laba di Tahun Perdana
Transparansi BUMKal Sidokarto Diuji di Forum Publik, Dinas PMK Tekankan Akuntabilitas Pengelolaan
Berita ini 58 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 19:19 WIB

Talk Show FORKOM BUMKal: Menakar Kesiapan Kalurahan di Era KDMP

Kamis, 23 April 2026 - 13:03 WIB

DIY Percepat Pemutakhiran Indeks Desa 2026, Dorong Status Kalurahan Menuju Mandiri

Rabu, 22 April 2026 - 13:01 WIB

Monev BUMKal Sari Mumpuni Sendangsari: Dorong Profesionalisme dan Penguatan Ekonomi Kalurahan

Minggu, 19 April 2026 - 19:36 WIB

Glagaharjo Rayakan Usia ke-78, Harmoni Tradisi dan Ketangguhan Lereng Merapi

Rabu, 8 April 2026 - 07:09 WIB

Pesona Bukit Klangon, Surga Tersembunyi di Lereng Merapi yang Kian Diburu Wisatawan

Berita Terbaru