“Dari Semak Belukar ke Surga Edukasi Alam: Optimisme Besar BUMKal Dadi Raharja”

- Penulis

Jumat, 13 Februari 2026 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MARGODADI, SLEMAN – Siang itu, Kamis 12 Februari 2026, udara di kawasan wisata BUMKal Dadi Raharja terasa sejuk dan ramah. Hamparan hijau yang tertata rapi menyambut kedatangan Tim Monitoring dan Evaluasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman yang dipimpin oleh Siska Wulandari, S.Kom, MM, bersama Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM).

Rombongan diterima hangat oleh segenap pamong kalurahan dan jajaran pengurus BUMKal Dadi Raharja di tengah kawasan yang dulu hanyalah lahan semak belukar tak produktif. Kini, di atas lahan seluas 6,1 hektar itu, tumbuh sebuah kawasan agrowisata yang menyatukan edukasi, rekreasi, dan semangat kewirausahaan desa.

BUMKal Dadi Raharja lahir dari denyut harapan masyarakat Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Ia bukan sekadar badan usaha desa, melainkan gerakan sosial yang menjahit potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi baru.

Dengan visi membangun desa mandiri dan berdaya saing melalui sektor agrowisata, pariwisata, dan UMKM, mereka mengusung konsep “Edukasi dan Rekreasi dalam Harmoni Alam.”

Di kawasan ini berdiri Gugur Gunung Camping Ground, perkebunan hortikultura, hingga ruang kolaborasi UMKM lokal. Lanskap pedesaan tetap dipertahankan, namun ditata dengan sentuhan modern yang terencana melalui masterplan yang matang.

Dalam suasana dialog yang cair namun substantif, Tim Monitoring memberikan apresiasi atas progres yang telah dicapai. Namun, ada satu pesan penting yang menjadi penekanan.

“Kawasan ini memiliki potensi luar biasa. Namun, status kepemilikan lahan dan kelengkapan perizinan harus benar-benar dipastikan. Walaupun memanfaatkan Tanah Kas Desa (TKD), semua dokumen harus lengkap agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tegas Siska Wulandari.

Catatan tersebut bukan sekadar formalitas administratif, melainkan fondasi keberlanjutan. Sebab, sebuah mimpi besar memerlukan pijakan hukum yang kokoh.

Direktur BUMKal Dadi Raharja, Kir Haryono, menyampaikan optimismenya dengan penuh keyakinan.

“Ini bisnis jangka panjang. Mengelola lahan seluas ini tentu membutuhkan anggaran besar. Tapi kami percaya, dengan tata kelola yang baik dan jejaring yang luas, kawasan ini akan terus berkembang,” ungkapnya.

Ia mengisahkan bagaimana lahan yang dulu hanya semak belukar ditata perlahan menjadi area asri yang layak untuk camping ground, jambore skala besar, hingga berbagai pertemuan komunitas. Fasilitas umum pun dibangun secara bertahap sesuai perencanaan.

Optimisme itu bukan tanpa dasar. Untuk tahun 2026 saja, jadwal kawasan ini telah penuh pemesanan oleh sekolah, perguruan tinggi, komunitas, hingga organisasi. Sebuah sinyal kuat bahwa konsep wisata edukatif berbasis alam semakin diminati.

BUMKal Dadi Raharja tidak sekadar berbicara tentang wisata. Ia berbicara tentang keberlanjutan tentang menjaga alam sekaligus memberdayakan manusia di dalamnya. Kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha lokal menjadi strategi utama untuk menghadirkan pengalaman wisata yang bermakna dan berdampak sosial.

Di tengah derasnya arus modernisasi, kawasan ini justru berdiri dengan satu kaki kokoh pada tradisi gotong royong yang menjadi identitas Yogyakarta.

Di Seyegan, sebuah contoh sedang tumbuh: desa modern yang lestari, berdaya saing, dan tetap memeluk akar budayanya. Dari semak belukar menjadi ruang harapan dan dari harapan, tumbuh masa depan.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4 / 5. Vote count: 4

No votes so far! Be the first to rate this post.

Berita Terkait

Pemeringkatan BUM Desa 2026 Dorong Profesionalitas dan Kemandirian Ekonomi Desa
“BUMKal Arum Sembada Tunjukkan Arah Positif: Dari Rintisan Usaha Hingga Kontribusi Nyata untuk Kalurahan”
Gaspol Kembangkan Ketahanan Pangan, BUMKal Widodo Makaryo Bukukan Laba di Tahun Perdana
Transparansi BUMKal Sidokarto Diuji di Forum Publik, Dinas PMK Tekankan Akuntabilitas Pengelolaan
Transparansi Desa Menguat: BUMKal Usaha Mulia Margomulyo Sampaikan Pertanggungjawaban di Forum Muskal
BUMNag Lumbuang Pintar Duo Koto Bukukan Laba Rp32 Juta, Siapkan Pengembangan Usaha hingga Wisata Linggai
Bumkalma Mlati Adi Sejahtera LKD Bukukan Surplus Rp234 Juta, MAK Tutup Buku 2025 Tegaskan Komitmen Transparansi
Kemendesa PDTT Sosialisasikan SOP Helpdesk Pendaftaran Badan Hukum BUM Desa
Berita ini 85 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 21:20 WIB

Pemeringkatan BUM Desa 2026 Dorong Profesionalitas dan Kemandirian Ekonomi Desa

Rabu, 1 April 2026 - 22:50 WIB

“BUMKal Arum Sembada Tunjukkan Arah Positif: Dari Rintisan Usaha Hingga Kontribusi Nyata untuk Kalurahan”

Kamis, 12 Maret 2026 - 11:14 WIB

Transparansi BUMKal Sidokarto Diuji di Forum Publik, Dinas PMK Tekankan Akuntabilitas Pengelolaan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 12:25 WIB

Transparansi Desa Menguat: BUMKal Usaha Mulia Margomulyo Sampaikan Pertanggungjawaban di Forum Muskal

Jumat, 6 Maret 2026 - 19:58 WIB

BUMNag Lumbuang Pintar Duo Koto Bukukan Laba Rp32 Juta, Siapkan Pengembangan Usaha hingga Wisata Linggai

Berita Terbaru