SLEMAN – Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Widodo Makaryo, Kalurahan Widodomartani, Kapanewon Ngemplak, sukses menggelar Musyawarah Kalurahan (Muskal) Pertanggungjawaban Tahun Anggaran 2025 pada Selasa, 17 Maret 2026. Forum ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja sekaligus merumuskan strategi pengembangan usaha ke depan.
Dalam laporan yang disampaikan, BUMKal Widodo Makaryo mencatatkan capaian positif di tahun pertama operasionalnya. Sepanjang 2025, total pendapatan usaha mencapai Rp45,79 juta dengan laba bersih sebesar Rp10,12 juta. Dari capaian tersebut, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Kalurahan (PAKal) sebesar Rp4,04 juta.
Direktur BUMKal Widodo Makaryo, Ari Kurniawan, menyampaikan bahwa tahun 2025 merupakan fase perintisan yang difokuskan pada penguatan sektor ketahanan pangan. Beberapa unit usaha yang telah berjalan di antaranya greenhouse melon hidroponik, jasa teknologi pertanian, serta budidaya ikan nila.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, mulai dari optimalisasi produksi, kapasitas sumber daya manusia, hingga perluasan jaringan pemasaran. “Ini menjadi bahan evaluasi kami untuk meningkatkan kinerja di tahun berikutnya,” ujarnya.
Sementara itu, dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK), Siska Wulandari menegaskan bahwa forum pertanggungjawaban bukan sekadar agenda administratif, melainkan wujud komitmen transparansi dan akuntabilitas.
“Musyawarah pertanggungjawaban ini bukan hanya memenuhi kewajiban laporan, tetapi menjadi ruang evaluasi bersama untuk memastikan BUMKal benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar BUMKal terus berinovasi, terutama dalam mengembangkan potensi lokal berbasis ketahanan pangan yang dinilai memiliki prospek besar di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Ke depan, BUMKal Widodo Makaryo menargetkan peningkatan produksi dan pemasaran, penambahan instalasi hidroponik sayuran, serta penguatan kerja sama dengan berbagai pihak. Potensi besar yang dimiliki, seperti sektor pertanian, UMKM, hingga peluang wisata, diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi kalurahan.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah kalurahan, pengelola, dan masyarakat, BUMKal Widodo Makaryo optimistis mampu tumbuh lebih kuat dan berkontribusi nyata terhadap kesejahteraan warga Widodomartani.







