Sendangmulyo Menyemai Harapan: Harmoni Wisata Budaya dan Kemandirian Ekonomi Desa

- Penulis

Jumat, 16 Januari 2026 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kalurahan Sendangmulyo, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman, menyimpan kekayaan potensi yang tidak sekadar indah dipandang, tetapi juga hidup dan bertumbuh bersama masyarakatnya. Desa ini menghadirkan wajah pariwisata berbasis budaya, kerajinan, dan alam pedesaan yang terpusat di Desa Wisata Diro, sebuah ruang perjumpaan antara tradisi, kreativitas, dan pengalaman otentik khas desa.

Di Diro, wisata bukan sekadar tontonan. Pengunjung diajak terlibat langsung dalam denyut kehidupan warga. Dari kerajinan bambu besek yang diwariskan lintas generasi, seni tradisional seperti jathilan, encling, karawitan, hingga sajian kuliner khas melalui konsep kembul dhahar, semuanya menghadirkan pengalaman yang hangat dan membumi. Nilai sejarah pun tetap terjaga melalui keberadaan Sendang Beji dan petilasan Ki Ageng Tunggul Wulung, yang menjadi penanda penting perjalanan budaya Sendangmulyo.

Hamparan sawah hijau yang luas, semilir angin pedesaan, serta kehidupan sosial masyarakat yang guyub menjadikan Sendangmulyo sebagai contoh kuat community-based tourism—pariwisata yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat desa.

Pada suatu pagi, suasana Sendangmulyo terasa lebih dinamis. Tim Monitoring dan Evaluasi Dinas PMK, yang dipimpin oleh Siska Wulandari, S.Kom., M.M., bersama TAPM Agung Margandhi, S.E., M.M., memulai rangkaian kegiatan dengan langsung meninjau unit usaha ketahanan pangan BUMDes Mekar Mulyo, yakni penggemukan domba Ketapang.

Di lokasi, geliat pembangunan tampak nyata. Kandang ternak dan infrastruktur pendukung seperti gudang, pos jaga, serta sarana lainnya telah mencapai hampir 90 persen penyelesaian. Hamparan rumput pakan yang mulai menghijau menjadi penanda optimisme bahwa unit usaha ini segera memasuki tahap operasional penuh, diperkirakan rampung pada Januari.

BUMDes Mekar Mulyo kini digawangi oleh Aditya Widiantoro, sosok muda milenial yang baru menjabat pada akhir 2025. Dengan semangat inovasi dan keberanian mengambil peluang, ia menjadi simbol kepercayaan desa terhadap regenerasi kepemimpinan ekonomi lokal. Kepercayaan itu ditegaskan oleh Lurah Sendangmulyo, yang meyakini bahwa anak-anak muda desa mampu membuktikan BUMDes sebagai penggerak ekonomi sekaligus penyedia lapangan kerja bagi masyarakat.

Tak hanya berhenti pada ketahanan pangan, Sendangmulyo juga memberi ruang besar bagi pengembangan sumber daya manusia. Unit sekolah bola voli dengan lapangan yang terawat apik di tepian sungai menjadi contoh bagaimana desa membangun ruang tumbuh bagi generasi muda—sejuk, tertata, dan penuh semangat kebersamaan.

Ke depan, BUMDes Mekar Mulyo juga merancang penambahan unit usaha perdagangan berupa toko bahan bangunan. Seluruh persiapan fisik seperti toko, gudang, hingga modal usaha telah tersedia, tinggal menunggu proses perizinan pemanfaatan lahan. Langkah ini menunjukkan perencanaan usaha yang matang dan berorientasi jangka panjang.

Rangkaian monitoring kemudian ditutup dengan pengecekan administrasi di Balai Kalurahan. Dalam sambutannya, Lurah Sendangmulyo Budi Susanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pelaksanaan monitoring dan evaluasi tersebut. Ia menegaskan bahwa monev bukan semata pengawasan, tetapi menjadi ruang refleksi, evaluasi, dan motivasi bagi kalurahan dan para pengelola BUMDes untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pengelolaan usaha desa.

Sendangmulyo hari ini tidak hanya menawarkan keindahan desa, tetapi juga cerita tentang keberanian bertransformasi. Di antara besek bambu, gemerincing gamelan, hijau sawah, dan kandang ternak yang hampir rampung, desa ini sedang menulis masa depannya sendiri—bertumpu pada tradisi, dikuatkan inovasi, dan dijalankan oleh warganya dengan penuh keyakinan.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 2

No votes so far! Be the first to rate this post.

Berita Terkait

Dari Pepaya hingga Kambing Savera, Ikhtiar BUMKal Sumberadi Menata Ketahanan Pangan
LPJ BUMKal Sukma Sukoharjo Diterima, Unit Usaha Ketapang Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan dan PADes
Monitoring yang Tak Kaku: Tirtoadi, Pertanian, dan Direktur Bergaya Seniman
Air, Tanah, dan Asa: Cerita BUMKal Tlaga Usaha Mandiri Tlogoadi Merawat Ekonomi Warga
Susu Diperas, Dahaga Dilepas: Cerita Kambing Gayamharjo
Di Balik Jalan Terjal Wukirharjo, Ketahanan Pangan Dirawat dengan Kesabaran
Bukan Sekadar Wisata, Boko Makmur Menjadi Nadi Ekonomi Bokoharjo
BUMNag Lubuak Bakilek Malam Koto Kaciak: Dari Air Bersih hingga Ketahanan Pangan dan Wisata Desa
Berita ini 92 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 07:55 WIB

Dari Pepaya hingga Kambing Savera, Ikhtiar BUMKal Sumberadi Menata Ketahanan Pangan

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:09 WIB

LPJ BUMKal Sukma Sukoharjo Diterima, Unit Usaha Ketapang Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan dan PADes

Jumat, 6 Februari 2026 - 06:43 WIB

Monitoring yang Tak Kaku: Tirtoadi, Pertanian, dan Direktur Bergaya Seniman

Kamis, 5 Februari 2026 - 22:31 WIB

Air, Tanah, dan Asa: Cerita BUMKal Tlaga Usaha Mandiri Tlogoadi Merawat Ekonomi Warga

Kamis, 5 Februari 2026 - 04:45 WIB

Susu Diperas, Dahaga Dilepas: Cerita Kambing Gayamharjo

Berita Terbaru

Kabar BUMDes

Susu Diperas, Dahaga Dilepas: Cerita Kambing Gayamharjo

Kamis, 5 Feb 2026 - 04:45 WIB