Bukan Sekadar Wisata, Boko Makmur Menjadi Nadi Ekonomi Bokoharjo

- Penulis

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menjelang sore di kawasan Bokoharjo, matahari mulai condong ke barat. Cahaya keemasan menyapu relief batu candi yang berdiri anggun sejak ratusan tahun lalu. Di sela-sela keheningan sejarah itu, suara tawa wisatawan justru mengalun riang. Beberapa jeep offroad hilir mudik, membawa rombongan pengunjung yang menikmati sensasi wisata alam dan budaya padahal hari belum memasuki akhir pekan.

Di balik denyut kehidupan wisata itulah, BUMKal Boko Makmur bekerja senyap namun nyata. Badan usaha milik Kalurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, Sleman ini perlahan menjelma menjadi penggerak ekonomi desa yang bertumpu pada kekuatan lokal: warisan candi dan kreativitas warga.

Bokoharjo dianugerahi kekayaan sejarah yang tak ternilai. Kawasan Candi Boko dan Candi Banyunibo bukan sekadar situs purbakala, melainkan ruang hidup baru bagi masyarakat. Melalui pengelolaan wisata berbasis komunitas, Boko Makmur menghadirkan berbagai inovasi, salah satunya “Sunday Morning Candi Banyunibo” sebuah ruang temu antara budaya, wisata, dan ekonomi kreatif lokal.

“Yang kami kelola bukan hanya tempat, tapi pengalaman,” ujar Muhamad Efendi, Direktur BUMKal Boko Makmur, saat menerima tim monitoring dari Dinas PMK dan TAPM Kabupaten Sleman. Dengan nada tenang, ia memaparkan bagaimana wisata menjadi pintu masuk kemandirian ekonomi desa.

Kunjungan tim monitoring hari itu bukan sekadar agenda formal. Disambut Pamong Kalurahan, pengurus BUMKal, dan para manajer unit usaha, rombongan melakukan kroscek administrasi sekaligus meninjau langsung unit-unit usaha yang dijalankan. Dari sektor wisata hingga unit ketahanan pangan, semuanya menjadi bagian dari ekosistem usaha desa yang terus bertumbuh.

Pada tahun 2025, unit ketahanan pangan Boko Makmur memperoleh tambahan penyertaan modal sebesar Rp 260 juta. Dana tersebut dimanfaatkan untuk budidaya penggemukan kambing, persewaan traktor, serta kemitraan pertanian dengan petani milenial berbasis bagi hasil. Sebuah upaya menghubungkan tradisi bertani dengan semangat generasi baru.

Efendi tak menutup mata terhadap kekurangan. Dengan sikap terbuka, ia menyampaikan permohonan maaf karena laporan unit ketahanan pangan belum sepenuhnya siap dipresentasikan.

“Ini menjadi catatan bagi kami. Insyaallah, pada Laporan Pertanggungjawaban BUMKal 2025 akhir Februari nanti, semua akan kami sajikan secara lengkap dan transparan,” ujarnya.

Meski begitu, capaian yang telah diraih cukup membanggakan. Hingga tahun ini, Boko Makmur mampu menyumbang sekitar Rp 75 juta PADes, yang berasal dari 30 persen laba bersih sesuai Anggaran Dasar BUMKal dan itu belum termasuk kontribusi unit ketahanan pangan.

Bagi tim monitoring, capaian tersebut perlu ditopang dengan tata kelola yang semakin kuat. Siska Wulandari dari Dinas PMK menegaskan bahwa administrasi bukan sekadar dokumen, melainkan wujud akuntabilitas kepada publik.

“Manajemen administrasi yang tertib adalah fondasi kepercayaan. Dari situlah keberlanjutan BUMKal dibangun,” tuturnya.

Apresiasi juga datang dari Pamong Kalurahan Bokoharjo. Ulu-ulu yang turut mendampingi kegiatan monitoring menyampaikan terima kasih atas evaluasi yang diberikan. Baginya, masukan dari Dinas PMK adalah cermin untuk terus berbenah.

“Ini bukan sekadar penilaian, tapi pembelajaran bagi kami agar BUMKal Boko Makmur semakin kuat dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Sore kian merambat. Wisatawan masih berdatangan, tawa masih terdengar, dan roda ekonomi desa terus berputar. Di antara batu-batu candi yang bisu oleh waktu, BUMKal Boko Makmur menuliskan kisah baru: tentang desa yang bangkit, tentang sejarah yang menghidupi masa kini, dan tentang harapan yang tumbuh dari tanah Bokoharjo.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 2

No votes so far! Be the first to rate this post.

Berita Terkait

BUMKalma Sendang Sumunar LKD Bukukan Laba Rp 480 Juta, Dua Unit Usaha Resmi Dihentikan
Monev BUMKal Sari Mumpuni Sendangsari: Dorong Profesionalisme dan Penguatan Ekonomi Kalurahan
Pemeringkatan BUM Desa 2026 Dorong Profesionalitas dan Kemandirian Ekonomi Desa
“BUMKal Arum Sembada Tunjukkan Arah Positif: Dari Rintisan Usaha Hingga Kontribusi Nyata untuk Kalurahan”
Gaspol Kembangkan Ketahanan Pangan, BUMKal Widodo Makaryo Bukukan Laba di Tahun Perdana
Transparansi BUMKal Sidokarto Diuji di Forum Publik, Dinas PMK Tekankan Akuntabilitas Pengelolaan
Transparansi Desa Menguat: BUMKal Usaha Mulia Margomulyo Sampaikan Pertanggungjawaban di Forum Muskal
BUMNag Lumbuang Pintar Duo Koto Bukukan Laba Rp32 Juta, Siapkan Pengembangan Usaha hingga Wisata Linggai
Berita ini 85 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:46 WIB

BUMKalma Sendang Sumunar LKD Bukukan Laba Rp 480 Juta, Dua Unit Usaha Resmi Dihentikan

Rabu, 22 April 2026 - 13:01 WIB

Monev BUMKal Sari Mumpuni Sendangsari: Dorong Profesionalisme dan Penguatan Ekonomi Kalurahan

Selasa, 7 April 2026 - 21:20 WIB

Pemeringkatan BUM Desa 2026 Dorong Profesionalitas dan Kemandirian Ekonomi Desa

Rabu, 1 April 2026 - 22:50 WIB

“BUMKal Arum Sembada Tunjukkan Arah Positif: Dari Rintisan Usaha Hingga Kontribusi Nyata untuk Kalurahan”

Rabu, 18 Maret 2026 - 05:24 WIB

Gaspol Kembangkan Ketahanan Pangan, BUMKal Widodo Makaryo Bukukan Laba di Tahun Perdana

Berita Terbaru

Uncategorized

“Ketika Hidup Sedang Memprosesmu”.

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:14 WIB

Uncategorized

Menebar Kebaikan, Menuai Keberkahan

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:18 WIB

Uncategorized

Tak Perlu Membalas, Cukup Menang dengan Kualitas Diri

Senin, 4 Mei 2026 - 17:40 WIB

Opini

Subuh, Kenangan dan Penugasan Baru

Senin, 4 Mei 2026 - 09:55 WIB