Sleman, 16 Desember 2025 – Kalurahan Mororejo terus meneguhkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian warga melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Moro Joyo. Berdiri sejak tahun 2018 di bawah kepemimpinan Direktur Agus Nuryanto, BUMDes ini kini memasuki fase penting pengembangan usaha berbasis pangan strategis.
Pada tahun 2025, BUMDes Moro Joyo memperoleh dukungan Dana Desa sebesar Rp235.000.000 yang dialokasikan khusus untuk program ketahanan pangan. Dana tersebut dimanfaatkan untuk pengembangan budidaya perikanan air tawar (ikan nila dan bawal) serta peternakan ayam petelur, melengkapi unit usaha yang telah lebih dulu berjalan, yakni peternakan kambing dan pembelian hasil pertanian warga.
Saat ini, BUMDes Moro Joyo tengah menyelesaikan proses pembangunan kandang ayam petelur dengan kapasitas sekitar 500 ekor. Dalam pelaksanaannya, BUMDes bekerja sama dengan pihak ketiga untuk pengadaan DOC (anakan ayam), pakan, serta obat-obatan, guna memastikan standar budidaya yang optimal.
Direncanakan, ayam akan masuk kandang dalam waktu satu bulan ke depan dan segera dipersiapkan memasuki masa produksi telur. Unit usaha ini diharapkan mampu menjadi penopang kebutuhan protein masyarakat sekaligus sumber pendapatan berkelanjutan bagi BUMDes.
Selain peternakan, BUMDes Moro Joyo juga mulai menjalankan unit pembelian gabah langsung dari petani lokal. Gabah yang dibeli kemudian dijemur, digiling menjadi beras, dan dipasarkan ke masyarakat, pasar tradisional, hingga minimarket. Skema ini tidak hanya memberikan harga yang lebih adil bagi petani, tetapi juga menciptakan rantai nilai ekonomi yang berputar di desa.
Di sektor perikanan, BUMDes Moro Joyo membangun kolam ikan dari nol, memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak produktif. Dengan sumber air dari mata air dan aliran sungai, kolam tersebut disiapkan untuk pembesaran ikan nila dan bawal.
Rencana penebaran bibit ikan seberat sekitar 56 kilogram diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, termasuk embung yang rutin digunakan untuk pemancingan, serta melayani permintaan masyarakat sekitar.
Pelaksanaan program ketahanan pangan ini mendapatkan monitoring langsung dari Dinas PMK Kabupaten Sleman dan Tim Pendamping Profesional (TPP). Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Siska Wulandari, S.Kom, MM, Wahyu Hardiyanti, SE, Nana Sujarwit, serta unsur TPP Sigit Praptono, ST, Agung Margandhi, SE, MM, Aryanto Wibowo, STP, Fitria Kartika Sari, ST, dan Puji Supriyanto .
Dalam kesempatan tersebut, Dinas PMK menyampaikan bahwa monitoring dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai regulasi, mengingat ketahanan pangan merupakan bagian dari program nasional Asta Cita Presiden dalam memperkuat stok pangan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, perwakilan TPP Agung Margandhi, SE, MM menegaskan pentingnya pengelolaan usaha yang profesional, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, tertib administrasi dan tata kelola keuangan menjadi kunci utama keberlanjutan usaha serta fondasi kepercayaan masyarakat terhadap BUMDes.
“Dengan tata kelola keuangan yang baik, kepercayaan warga akan tumbuh. Dari kepercayaan itulah BUMDes bisa berkembang dan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat Mororejo,” ujarnya.
Melalui berbagai unit usaha yang dijalankan, BUMDes Moro Joyo tidak hanya membangun usaha, tetapi juga menanam harapan: menjadikan desa sebagai ruang hidup yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.








Mantabss maju terus BumKal Morojoyo
siap mas puji, terimaksih atas apresiasinya, semoga bumdes mororejo semakin maju.