Cangkringan, Sleman — Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Lapangan Kapanewon Cangkringan, Sabtu (14/2/2026), saat ratusan masyarakat mengikuti kegiatan senam massal yang dirangkai dengan penarikan undian tahunan serta penyerahan bantuan sosial alokasi surplus Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh BUMKalma Umpak Merapi Cangkringan.
Kegiatan ini menjadi istimewa karena dihadiri langsung oleh Bupati Sleman, Hardo Kiswoyo, bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, R. Budi Pramono, yang secara simbolis menyerahkan bantuan sosial kepada para pemanfaat program Simpan Pinjam Perempuan (SPP).
Sejak pagi hari, masyarakat telah memadati lokasi acara. Senam massal menjadi pembuka yang mencairkan suasana, menghadirkan energi kebersamaan antara pemerintah, pengelola program, dan warga penerima manfaat. Momentum ini tidak sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang temu sosial yang memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat akar rumput.
Dalam sambutannya, Bupati Sleman menegaskan bahwa program pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat harus terus dijaga keberlanjutannya. Menurutnya, surplus yang dihasilkan bukan hanya angka administratif, melainkan bukti nyata tumbuhnya kepercayaan dan kedisiplinan masyarakat dalam mengelola ekonomi bersama.
“Program seperti ini menunjukkan bahwa gotong royong ekonomi masih menjadi kekuatan utama masyarakat Sleman. Ketika dikelola secara transparan dan profesional, manfaatnya bisa kembali langsung kepada warga,” ujarnya.
Penyerahan bantuan sosial dilakukan secara langsung kepada para pemanfaat sebagai bentuk redistribusi manfaat dari pengelolaan dana yang sehat. Selain bantuan sosial, panitia juga menggelar penarikan undian tahunan sebagai bentuk apresiasi kepada anggota yang aktif dan disiplin dalam mengikuti program.
Kepala Dinas PMK Kabupaten Sleman, R. Budi Pramono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan contoh praktik baik pengelolaan lembaga ekonomi masyarakat yang mampu menghadirkan dampak sosial sekaligus ekonomi. Ia menilai keberhasilan pengelolaan surplus menunjukkan tata kelola yang semakin matang dan akuntabel.
Rangkaian acara turut diisi doa bersama, laporan pelaksanaan kegiatan oleh pengelola, serta ramah tamah yang mempererat hubungan antar pemangku kepentingan. Kehadiran unsur pemerintah kapanewon, pamong kalurahan, serta masyarakat menjadi simbol kolaborasi pembangunan dari bawah.
Melalui kegiatan ini, BUMKalma Umpak Merapi Cangkringan tidak hanya memperlihatkan capaian kelembagaan, tetapi juga menegaskan perannya sebagai motor penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah lereng Merapi. Di tengah dinamika pembangunan desa, pendekatan berbasis partisipasi warga terbukti mampu menghadirkan manfaat nyata langsung dirasakan oleh masyarakat yang menjadi tujuan utama pembangunan itu sendiri.
How useful was this post?
Click on a star to rate it!
Average rating 5 / 5. Vote count: 2
No votes so far! Be the first to rate this post.







