Dari Kolam Lele hingga Ladang Jagung: Ketahanan Pangan Tumbuh dari Wonokerto

- Penulis

Senin, 15 Desember 2025 - 22:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sleman, 15 Desember 2025 – Pagi itu, Wonokerto belum sepenuhnya riuh. Di sela udara sejuk lereng Merapi, suara gemericik air kolam berpadu dengan kesibukan pengurus BUMKal Dharma Utama Wonokerto yang memeriksa pakan ikan. Di tempat inilah, gagasan besar tentang ketahanan pangan pelan-pelan diwujudkan bukan lewat rapat panjang, melainkan kerja nyata di lapangan.

Sebagai kalurahan di wilayah Kapanewon Turi, Wonokerto memiliki cerita sendiri tentang kemandirian. Sejak berdiri pada tahun 2016, Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Dharma Utama Wonokerto telah mengelola berbagai unit usaha, mulai dari pariwisata, pasar, hingga pertashop. Tahun 2025, BUMKal ini kembali menapaki babak baru dengan mengembangkan unit usaha ketahanan pangan, sejalan dengan amanat Permendesa Nomor 3 Tahun 2025.

Di bawah kepemimpinan Sunaryadi selaku Direktur, ketahanan pangan tidak dipahami sebatas program wajib. Ia menjadi ruang belajar bersama antara pengurus, petani, pembudidaya ikan, dan masyarakat kalurahan. Pertanian padi dan jagung digarap bersamaan dengan budidaya lele dan nila. Sebuah kios kecil pun hadir, menyediakan pakan, benih, dan obat-obatan, agar kebutuhan produksi tidak lagi bergantung sepenuhnya dari luar kalurahan.

Pada akhir tahun 2025, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman bersama Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) datang melihat langsung denyut aktivitas ini. Bukan sekadar mencocokkan laporan, tetapi memastikan bahwa program benar-benar hidup dan memberi manfaat.

Di kolam-kolam perikanan, lele dan nila telah tumbuh memasuki fase produksi. Sepuluh kolam aktif beroperasi, dengan rencana pengembangan hingga dua puluh kolam. Setiap kolam diisi ribuan benih yang dipelihara dengan siklus terukur. Jika semua berjalan sesuai rencana, panen awal akan dilakukan pada tahun 2026, dengan pemasaran langsung ke pasar dan tengkulak lokal.

Tak jauh dari kolam, lahan pertanian menanti masa panen. Empat petak jagung, jagung manis dan jagung pipil tumbuh berdampingan dengan satu petak padi. Panen jagung dijadwalkan pada akhir Desember 2025, menjadi penanda bahwa ketahanan pangan bukan sekadar wacana, melainkan hasil kerja yang bisa dilihat dan disentuh.

Kepala Seksi Pemberdayaan Perekonomian Masyarakat Dinas PMK Sleman, Siska Wulandari, S.Kom., M.M., mengaku puas melihat langsung pelaksanaan ketahanan pangan di Wonokerto. Menurutnya, yang terpenting bukan hanya besar anggaran, tetapi kesungguhan dan ketepatan pelaksanaan di lapangan.

Sementara itu, TAPM Kabupaten Sleman, Agung Margandhi, S.E., M.M., menekankan bahwa BUMKal adalah lembaga usaha milik masyarakat yang harus dikelola dengan transparan, akuntabel, dan profesional. Ketertiban administrasi dan tata kelola keuangan yang baik menjadi kunci agar BUMKal terus tumbuh dan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh warga Wonokerto.

Lebih dari sekadar produksi pangan, BUMKal Dharma Utama Wonokerto juga membuka ruang kerja bagi masyarakat. Sebanyak 22 tenaga kerja lokal terlibat dalam berbagai unit usaha, termasuk pengelolaan Jaka Garong Camping Ground. Dari kolam ikan hingga kawasan wisata, semuanya saling menguatkan dalam satu ekosistem ekonomi kalurahan.

Wonokerto mungkin bukan pusat kota, tetapi dari tempat inilah cerita tentang ketahanan pangan tumbuh dengan cara yang sederhana dan jujur. Pelan-pelan, dari kolam dan ladang, kalurahan ini menanam harapan bahwa kemandirian bisa dimulai dari desa,

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 4.2 / 5. Vote count: 5

No votes so far! Be the first to rate this post.

Berita Terkait

Bumkalma Mlati Adi Sejahtera LKD Bukukan Surplus Rp234 Juta, MAK Tutup Buku 2025 Tegaskan Komitmen Transparansi
Kemendesa PDTT Sosialisasikan SOP Helpdesk Pendaftaran Badan Hukum BUM Desa
BUMKal Rejo Manunggal Sidorejo Mulai Bangun Kemandirian Ekonomi Desa Melalui Usaha Peternakan Ayam Petelur
Rintik Hujan Iringi Muskal Umbulharjo: BUMKal Maju Raharjo Mantapkan Langkah Ekonomi Lereng Merapi
BUMKal SEMAR Margorejo Pertanggungjawabkan Kinerja 2025, Fokus Bangun Fondasi Ekonomi Desa Berbasis Ketahanan Pangan
Musyawarah Kalurahan Pertanggungjawaban BUMKal Kepuhsari: Wujud Transparansi dan Komitmen Ekonomi Desa Kepuharjo
Laporan Pertanggungjawaban Bumkalma Sido Makmur Godean LKD
Transparansi dan Akuntabilitas Jadi Nafas Pengelolaan BUMKal Kalimas Kalitirto
Berita ini 265 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 11:53 WIB

Bumkalma Mlati Adi Sejahtera LKD Bukukan Surplus Rp234 Juta, MAK Tutup Buku 2025 Tegaskan Komitmen Transparansi

Selasa, 3 Maret 2026 - 15:53 WIB

Kemendesa PDTT Sosialisasikan SOP Helpdesk Pendaftaran Badan Hukum BUM Desa

Senin, 2 Maret 2026 - 18:28 WIB

BUMKal Rejo Manunggal Sidorejo Mulai Bangun Kemandirian Ekonomi Desa Melalui Usaha Peternakan Ayam Petelur

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:59 WIB

Rintik Hujan Iringi Muskal Umbulharjo: BUMKal Maju Raharjo Mantapkan Langkah Ekonomi Lereng Merapi

Kamis, 26 Februari 2026 - 04:56 WIB

BUMKal SEMAR Margorejo Pertanggungjawabkan Kinerja 2025, Fokus Bangun Fondasi Ekonomi Desa Berbasis Ketahanan Pangan

Berita Terbaru