Sambirejo, Prambanan — Di tengah tantangan sektor pariwisata yang belum sepenuhnya pulih dan semakin ketatnya persaingan destinasi wisata di Yogyakarta, BUMKal Sambimulyo Kalurahan Sambirejo kembali menunjukkan perannya sebagai penggerak ekonomi lokal. Melalui Sidang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Tahun Buku 2025 yang digelar di Balkondes Sambirejo, Selasa (2/6/2026), berbagai capaian dan langkah strategis BUMKal dipaparkan di hadapan Pemerintah Kalurahan, Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal), tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.
Suasana sidang berlangsung hangat namun penuh kesungguhan. Para peserta menyimak laporan yang menggambarkan perjalanan BUMKal Sambimulyo sepanjang tahun 2025, sebuah tahun yang tidak mudah bagi sektor usaha berbasis pariwisata. Namun di balik tantangan tersebut, BUMKal justru berhasil melahirkan inovasi dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Direktur BUMKal Sambimulyo, Giyatno, menyampaikan bahwa penurunan kunjungan wisata tidak menyurutkan semangat pengelola untuk terus berinovasi.
“Pariwisata memang mengalami tantangan yang cukup berat sepanjang 2025. Namun kami meyakini bahwa setiap persoalan selalu membawa peluang. Karena itu BUMKal terus melakukan diversifikasi usaha, membuka unit-unit baru yang tidak hanya memperkuat pendapatan lembaga tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja,” ujar Giyatno.
Menurutnya, keberhasilan terbesar tahun 2025 bukan semata-mata soal angka keuntungan, melainkan kemampuan BUMKal menghadirkan ruang ekonomi baru yang melibatkan warga secara langsung. Salah satunya melalui pembentukan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mampu menyerap puluhan tenaga kerja lokal. Selain itu, hadirnya Sambirejo Minisoccer turut menambah pilihan usaha produktif yang memberi manfaat ekonomi sekaligus sosial bagi masyarakat.
Lurah Sambirejo sekaligus Komisaris BUMKal Sambimulyo, Wahyu Nugroho, S.E., M.B.A., memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran pengelola yang mampu menjaga keberlangsungan usaha di tengah situasi yang dinamis.
“BUMKal harus menjadi instrumen pembangunan ekonomi kalurahan yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Saya melihat semangat inovasi yang ditunjukkan oleh pengelola sangat baik. Ketika sektor wisata menghadapi tantangan, BUMKal tidak berhenti, tetapi mencari peluang baru yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga. Inilah esensi pemberdayaan masyarakat yang sesungguhnya,” tegas Wahyu Nugroho.
Data dalam laporan menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja yang terserap dalam berbagai unit usaha BUMKal meningkat menjadi 191 orang pada tahun 2025. Angka tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan BUMKal tidak hanya menghasilkan keuntungan usaha, tetapi juga menciptakan kesempatan kerja yang nyata bagi masyarakat Sambirejo.
Selain mengelola destinasi unggulan Tebing Breksi, BUMKal Sambimulyo saat ini mengembangkan sejumlah unit usaha seperti Balkondes Sambirejo, Simpan Pinjam Sambijaya, Percetakan Sambimakmur, Toko Desa Sambikaya, BRILink, Sambirejo Minisoccer, Dapur SPPG, hingga program Ketahanan Pangan. Diversifikasi usaha tersebut menjadi strategi penting dalam menjaga ketahanan ekonomi kalurahan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Sidang LPJ yang berlangsung di Balkondes Sambirejo itu tidak hanya menjadi forum pertanggungjawaban tahunan, tetapi juga ruang refleksi bersama bahwa pembangunan ekonomi desa membutuhkan keberanian untuk berinovasi dan beradaptasi. Dari tebing batu yang menjelma destinasi wisata nasional hingga dapur MBG yang menghadirkan manfaat gizi dan pekerjaan bagi warga, BUMKal Sambimulyo terus membuktikan bahwa ekonomi desa dapat tumbuh ketika dikelola dengan visi, kolaborasi, dan semangat pemberdayaan.
“Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah BUMKal bukan hanya diukur dari laba yang tercatat dalam laporan keuangan, tetapi dari berapa banyak warga yang merasakan manfaat dari setiap usaha yang dijalankan.”







