SLEMAN – Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, semakin diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi berbasis wisata dan potensi lokal di lereng Merapi. Optimisme itu menguat dalam kunjungan lapangan yang difasilitasi Pemerintah Daerah DIY melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMKKPS DIY), Kamis (21/5/2026), sebagai bagian dari pemetaan potensi unggulan kalurahan untuk pengembangan kerja sama dengan pihak ketiga. Kegiatan ini merupakan implementasi Perda DIY Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pemajuan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan dan Kelurahan.
Panewu Cangkringan Tamzis Sarwana, S.Sos., M.I.P. menegaskan bahwa kawasan Cangkringan memiliki daya tarik wisata yang terus meningkat dan menjadi salah satu magnet utama wisata Merapi di DIY.
“Cangkringan mempunyai potensi wisata yang luar biasa. Pada momentum libur tahun baru saja, dalam kurun waktu sekitar 15 hari jumlah wisatawan yang masuk mencapai sekitar 450 ribu pengunjung. Tahun depan angkanya sangat berpotensi meningkat bahkan bisa mendekati 1 juta wisatawan,” ungkap Tamzis.
Menurutnya, lonjakan kunjungan tersebut ditopang oleh sejumlah destinasi unggulan seperti kawasan wisata Klangon, Teras Merapi, hingga jalur-jalur wisata edukasi dan petualangan lereng Merapi. Namun demikian, peningkatan jumlah wisatawan harus diimbangi dengan penguatan sarana dan prasarana penunjang.
“Ke depan perlu pengembangan fasilitas pendukung seperti akses, amenitas, serta penginapan berbasis masyarakat. Model homestay yang melibatkan rumah-rumah warga menjadi peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat wisata berbasis komunitas,” tambahnya.
Sementara itu, Suedy, S.Sos., MPA, Kepala Bidang Pemajuan Pembangunan Kalurahan dan Kelurahan DPMKKPS DIY, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar agenda observasi biasa, tetapi bagian dari strategi baru pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kalurahan.
Ia menyampaikan bahwa pola pengembangan desa kini tidak lagi menunggu proposal dari bawah, melainkan dilakukan melalui pemetaan langsung potensi unggulan desa yang dapat dikolaborasikan dengan berbagai pihak, mulai perguruan tinggi, sektor swasta hingga BUMN.
“Pendekatannya berubah. Tidak lagi sekadar menunggu usulan proposal, tetapi pemerintah hadir melakukan pemetaan potensi lapangan secara langsung. Nantinya potensi yang ada dapat dikolaborasikan dengan pihak ketiga agar pertumbuhan ekonomi masyarakat bergerak lebih cepat,” jelasnya.
Dalam forum tersebut, pihak Kalurahan Glagaharjo memaparkan kekayaan potensi wilayah yang dimiliki. Tidak hanya sektor wisata alam Merapi seperti Klangon, Teras Merapi, kawasan Hunian Tetap (Huntap) pasca erupsi, serta area bekas erupsi Merapi yang memiliki nilai edukasi kebencanaan, Glagaharjo juga menyimpan potensi wisata religi melalui situs Makam Mbah Marijan, tokoh legendaris penjaga Gunung Merapi yang dikenal luas masyarakat Indonesia.
Selain pariwisata, sektor peternakan, pertanian, dan ketahanan pangan juga menjadi kekuatan utama. Kehadiran Lumbung Mataraman dinilai mampu menjadi simpul pengembangan ekonomi berbasis pangan lokal dan pemberdayaan masyarakat.
Di sisi lain, Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Glagaharjo juga tengah mengembangkan produk AMDK “ABG” (Air Bebeng Glagaharjo) sebagai upaya hilirisasi potensi sumber daya lokal. Namun pengembangannya masih menghadapi sejumlah tantangan.
“Produk AMDK ABG masih membutuhkan dukungan terutama terkait perizinan edar seperti SNI dan sertifikasi halal, termasuk pengadaan mesin pengolahan dan fasilitas packaging agar dapat meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing pasar,” disampaikan dalam forum tersebut.
Potensi besar yang dimiliki Glagaharjo menjadikan kawasan ini tidak hanya sebagai destinasi wisata Merapi, tetapi juga laboratorium pengembangan ekonomi desa berbasis kolaborasi. Bila penguatan infrastruktur, investasi, dan pendampingan usaha berjalan optimal, Glagaharjo diproyeksikan menjadi contoh kalurahan mandiri berbasis wisata, pertanian, dan kewirausahaan lokal di DIY.
Kunjungan lapangan ini sendiri merupakan bagian dari upaya DPMKKPS DIY dalam menggali potensi unggulan kalurahan untuk penguatan kerja sama dan investasi pembangunan masyarakat.







