SLEMAN — Suasana berbeda tampak di kawasan pertanian Dusun Ngeburan, Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Sabtu-Minggu. Ratusan pengunjung memadati area greenhouse melon milik BUMKal untuk mengikuti kegiatan wisata petik melon Kaori yang dikemas meriah dan penuh nuansa kebersamaan masyarakat desa. Kegiatan ini merupakan bagian dari panen perdana usaha pertanian BUMKal Sumberharjo dalam program ketahanan pangan berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Acara diawali dengan senam pagi bersama yang diikuti masyarakat, pengunjung, kelompok tani, hingga pelaku UMKM lokal. Suasana hangat dan akrab terasa sejak pagi hari sebelum kegiatan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari pemerintah kalurahan, pengelola BUMKal Sumberharjo Sejahtera, dan kelompok masyarakat yang terlibat dalam pengembangan kawasan pertanian tersebut.

Puncak acara berlangsung saat seluruh pengunjung diajak masuk ke area greenhouse untuk memetik langsung buah melon Kaori yang telah memasuki masa panen. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi karena selain dapat menikmati pengalaman memetik buah secara langsung, pengunjung juga bisa membeli melon segar dengan harga Rp30 ribu per kilogram selama dua hari pelaksanaan wisata petik melon.
Kemeriahan semakin terasa ketika panitia menggelar pengundian doorprize dengan hadiah utama seekor kambing. Momen tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat sekaligus menambah daya tarik wisata berbasis pertanian yang baru pertama kali digelar di kawasan tersebut.
Namun lebih dari sekadar wisata panen, kegiatan ini memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar. Pengunjung yang datang tidak hanya membeli melon, tetapi juga turut membeli produk susu kambing Sapera hasil peternakan BUMKal dan Kelompok Sumber Temuwuh yang berada di kawasan yang sama.
Selain itu, hasil pertanian masyarakat seperti ketela dan pepaya juga ikut terjual selama kegiatan berlangsung. Kehadiran sejumlah pedagang lokal yang membuka lapak di sekitar lokasi turut menambah perputaran ekonomi masyarakat desa selama acara berlangsung.
Pemerintah kalurahan dan pengelola BUMKal menilai wisata petik melon ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian dapat dikembangkan menjadi destinasi ekonomi produktif yang mampu meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga.
Ke depan, kawasan tersebut direncanakan menjadi kawasan pertanian terintegrasi berbasis pemberdayaan masyarakat. Tidak hanya budidaya melon, kawasan ini juga akan dikembangkan dengan peternakan kambing, budidaya pepaya, ketela, hingga perikanan yang dikelola bersama antara BUMKal dan Kelompok Sumber Temuwuh.
Melalui konsep pertanian terpadu tersebut, Kalurahan Sumberharjo berharap mampu menghadirkan model percontohan pengembangan ekonomi desa yang tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga pada wisata edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan lokal.
Panen perdana melon Kaori ini sekaligus menjadi simbol tumbuhnya optimisme baru bahwa desa mampu membangun kemandirian ekonomi melalui pengelolaan potensi lokal yang dikerjakan secara gotong royong dan berkelanjutan.
How useful was this post?
Click on a star to rate it!
Average rating 5 / 5. Vote count: 2
No votes so far! Be the first to rate this post.







