Sleman 22 April 2026 — Pemerintah kalurahan bersama tim pendamping melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Sari Mumpuni, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya pembinaan dan penguatan tata kelola BUMKal agar semakin profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.
Pelaksanaan monev dilakukan melalui peninjauan langsung ke lapangan, dialog bersama pengurus, pemeriksaan administrasi, serta evaluasi perkembangan unit-unit usaha yang dikelola. Dari hasil monitoring, BUMKal Sari Mumpuni menunjukkan perkembangan yang cukup positif, baik dari sisi aktivitas usaha maupun kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).
Direktur BUMKal, Parna, bersama jajaran pengurus menjalankan beberapa unit usaha unggulan, di antaranya peternakan kambing, produksi tahu, serta rintisan usaha pertanian. Hingga saat ini, BUMKal telah menyetorkan PADes sebesar Rp18.100.000 dari total penyertaan modal reguler sebesar Rp358.111.800 dan program ketahanan pangan (Ketapang) sebesar Rp273.193.000.
Pada unit usaha peternakan kambing yang menjadi bagian dari program Ketapang, aktivitas usaha telah berjalan aktif. Ketersediaan ternak yang terdiri dari indukan bunting, pejantan muda, dan anakan menjadi modal penting dalam pengembangan populasi. Produksi susu kambing pun mulai berjalan dengan rata-rata sekitar 4 liter per hari. Pengelolaan pakan dilakukan secara kombinasi antara pakan hijauan dan limbah olahan seperti ampas tahu, yang sekaligus menunjukkan sinergi antar unit usaha.
Sementara itu, unit produksi tahu terus beroperasi dan memiliki potensi besar untuk pengembangan pasar, termasuk peluang sebagai pemasok dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Limbah produksi dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak, menciptakan efisiensi dan keberlanjutan usaha.
Adapun unit pertanian tanaman kate saat ini masih dalam tahap pengembangan dan penyesuaian model bisnis agar lebih optimal dan sesuai dengan kondisi lokal.
Secara umum, hasil monev menunjukkan bahwa kegiatan usaha BUMKal berjalan aktif, target usaha tercapai, kualitas produk terjaga, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menyerap tenaga kerja lokal. Namun demikian, masih terdapat beberapa catatan penting, antara lain belum tersusunnya Standar Operasional Prosedur (SOP), keterbatasan sumber daya manusia yang profesional, serta administrasi keuangan yang perlu disempurnakan.
Tim monev juga menyoroti pentingnya kelengkapan dokumen pendukung dan perlunya penguatan kemitraan usaha guna memperluas pasar. Selain itu, penataan sarana dan manajemen internal masih perlu ditingkatkan agar mampu mendukung pertumbuhan usaha yang lebih optimal.
Sebagai tindak lanjut, tim merekomendasikan agar BUMKal segera menyusun SOP di setiap unit usaha, menyempurnakan laporan keuangan sesuai standar akuntansi, serta memperkuat kapasitas SDM pengelola. Upaya membuka jaringan kemitraan baru dan melakukan evaluasi rutin juga dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan usaha.
Dengan berbagai potensi yang dimiliki, BUMKal Sari Mumpuni diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi di Kalurahan Sendangsari. Dukungan pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan menjadi kunci agar BUMKal dapat tumbuh lebih profesional, mandiri, dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.







