Di lereng Merapi, Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Sleman, Yogyakarta, terus meneguhkan jati dirinya sebagai desa yang tumbuh dengan pijakan nilai-nilai lokal. Semar Ndalil semboyan sekaligus ikon utama desa bukan sekadar rangkaian kata, melainkan napas pembangunan yang hidup dan membumi. Singkatan dari Sejahtera, Mandiri, Religius, Berbudaya dalam Lingkungan yang Lestari, Semar Ndalil menjadi penuntun arah bagi Girikerto dalam merajut masa depan tanpa meninggalkan akar budaya dan alamnya.
Patung Semar Ndalil yang berdiri kokoh menjadi simbol kearifan lokal, gotong royong, serta keteguhan warga menghadapi tantangan zaman. Dukungan Balai Budaya dan berbagai inisiatif pelestarian seni tradisi semakin menguatkan identitas Girikerto sebagai Desa Mandiri Budaya sebuah konsep pembangunan khas DIY yang menyatukan kesejahteraan, kebudayaan, dan keberlanjutan lingkungan.
Semangat itu kini terwujud nyata melalui Program Ketahanan Pangan (Ketapang) tahun 2025 yang dijalankan Kalurahan Girikerto melalui BUMDes Gerbang Merapi. BUMDes yang dinakhodai oleh Muhamad Saepudin dan berdiri sejak 2019 ini mengelola anggaran Dana Desa sebesar Rp254.000.000 (20% DD) untuk mengembangkan usaha terpadu di sektor perikanan, pertanian, dan peternakan.
Pada sektor peternakan, terdapat empat kandang ayam petelur dengan kapasitas sekitar 500 ekor per kandang, terdiri dari ayam pejantan dan betina. Ayam pejantan direncanakan untuk dijual, sementara ayam betina dimanfaatkan untuk produksi telur memberi nilai tambah ekonomi sekaligus membuka peluang usaha berkelanjutan bagi desa.
Tak jauh dari kandang ayam, lahan yang tersedia dimanfaatkan secara optimal dengan penanaman talas dan hortikultura. Talas bahkan telah dipanen dan kembali ditanam, menandai siklus produksi yang terus berlanjut. Di kawasan yang sama, unit perikanan nila dan lele dikembangkan dalam konsep pertanian terpadu yang dikemas sebagai wisata edukasi. Area ini direncanakan dibuka secara resmi untuk umum pada momentum NATARU (Natal dan Tahun Baru), menjadi ruang belajar sekaligus rekreasi berbasis ketahanan pangan.
Keseriusan Girikerto dalam menjalankan program ini mendapat perhatian melalui kunjungan monitoring dari Dinas PMK , Senin 15 Desember 2025 yang dipimpin oleh Siska Wulandari, bersama Tim TAPM yang diwakili oleh Agung Margandhi. Kedatangan tim disambut hangat oleh jajaran pengurus BUMDes Gerbang Merapi dan pamong kalurahan. Monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan ketahanan pangan berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
Apa yang tumbuh di Girikerto hari ini bukan hanya ayam, ikan, dan talas, tetapi juga harapan. Harapan akan desa yang sejahtera dan mandiri, religius dalam nilai, berbudaya dalam sikap, serta lestari dalam mengelola alam. Di bawah panji Semar Ndalil, Girikerto menegaskan bahwa pembangunan desa yang kuat adalah pembangunan yang berakar—pada budaya, pada lingkungan, dan pada kebersamaan warganya.







