Monitoring yang Tak Kaku: Tirtoadi, Pertanian, dan Direktur Bergaya Seniman

- Penulis

Jumat, 6 Februari 2026 - 06:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SLEMAN, YOGYAKARTA – Sore itu, Kalurahan Tirtoadi terasa lebih hening dari biasanya. Hamparan lahan pertanian yang masih basah sisa siraman air menjadi latar sahdu saat jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman melaksanakan monitoring dan evaluasi BUMKal Tirta Mas, Rabu (5/2/2026). Di tengah suasana agraris yang menenangkan itu, proses Monev berlangsung hangat, dialogis, dan jauh dari kesan kaku.

Monitoring dipimpin langsung oleh Siska Wulandari, S.Kom., M.M, didampingi tim Dinas PMK, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM), serta pendamping desa. Rombongan diterima jajaran pamong Kalurahan Tirtoadi, lengkap dengan pengurus BUMKal Tirta Mas yang selama ini menjadi motor penggerak ekonomi kalurahan berbasis pertanian dan jasa.

BUMKal Tirta Mas sendiri mengelola dua unit usaha utama, yakni kemitraan pertanian cabai dan jasa internet. Melalui program ketahanan pangan dengan penyertaan modal sebesar Rp200 juta, BUMKal menggandeng Gapoktan dan mitra tani lokal. Skema bagi hasil yang diterapkan 50 persen untuk BUMKal, 40 persen mitra, dan 10 persen Gapoktan dirancang untuk memastikan usaha tetap berkelanjutan sekaligus memberi manfaat nyata bagi petani Tirtoadi.

Yang menarik, forum Monev sore itu tak hanya berisi angka, tabel, dan laporan administrasi. Wahyudi Jaya, Direktur BUMKal Tirta Mas, tampil dengan gaya khasnya. Latar belakangnya sebagai dosen sastra membuat cara bicaranya mengalir, kadang puitis, kadang reflektif lebih mirip seniman yang sedang membaca tanda-tanda alam ketimbang pengelola badan usaha.

“Bertani itu bukan sekadar soal untung-rugi, tapi juga soal kesabaran dan membaca musim,” tutur Wahyudi dengan senyum tipis, seraya menjelaskan tantangan usaha cabai yang sempat tersendat akibat penyakit tanaman.

Dalam catatan tim monitoring, secara kelembagaan BUMKal Tirta Mas telah memiliki struktur organisasi, AD/ART, serta menjalankan rapat rutin. Namun demikian, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah, mulai dari kelengkapan administrasi, penyusunan laporan keuangan periodik, hingga percepatan penyelesaian badan hukum. Unit usaha pun didorong untuk tidak hanya bergantung pada satu komoditas, melainkan mulai mengembangkan alternatif seperti timun, kacang panjang, dan buncis.

Siska Wulandari menekankan bahwa monitoring bukan semata mencari kekurangan, melainkan memastikan BUMKal tumbuh sehat dan berdaya tahan. Dengan potensi sumber daya lokal yang kuat dan semangat kolaborasi yang sudah terbangun, BUMKal Tirta Mas dinilai memiliki modal sosial yang penting untuk berkembang lebih jauh.

Saat matahari kian condong ke barat dan bayangan padi memanjang di pematang, Monev sore itu ditutup dengan kesepahaman bersama: BUMKal Tirta Mas perlu terus dibina, dirapikan, dan diperkuat. Agar kelak, dari Tirtoadi, ekonomi kalurahan benar-benar tumbuh setenang aliran air irigasi pelan, tapi memberi kehidupan.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 3

No votes so far! Be the first to rate this post.

Berita Terkait

LPJ BUMKal Sukma Sukoharjo Diterima, Unit Usaha Ketapang Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan dan PADes
Air, Tanah, dan Asa: Cerita BUMKal Tlaga Usaha Mandiri Tlogoadi Merawat Ekonomi Warga
Susu Diperas, Dahaga Dilepas: Cerita Kambing Gayamharjo
Di Balik Jalan Terjal Wukirharjo, Ketahanan Pangan Dirawat dengan Kesabaran
Bukan Sekadar Wisata, Boko Makmur Menjadi Nadi Ekonomi Bokoharjo
BUMNag Lubuak Bakilek Malam Koto Kaciak: Dari Air Bersih hingga Ketahanan Pangan dan Wisata Desa
Ajib Santoso dan Ikhtiar Pelan tapi Pasti Membangun BUMDes Tirta Jaya Nogotirto
Budidaya Terong Jepang Jadi Andalan, BUMKal Balecatur Perkuat Ekonomi Desa
Berita ini 50 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:09 WIB

LPJ BUMKal Sukma Sukoharjo Diterima, Unit Usaha Ketapang Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan dan PADes

Jumat, 6 Februari 2026 - 06:43 WIB

Monitoring yang Tak Kaku: Tirtoadi, Pertanian, dan Direktur Bergaya Seniman

Kamis, 5 Februari 2026 - 22:31 WIB

Air, Tanah, dan Asa: Cerita BUMKal Tlaga Usaha Mandiri Tlogoadi Merawat Ekonomi Warga

Kamis, 5 Februari 2026 - 04:45 WIB

Susu Diperas, Dahaga Dilepas: Cerita Kambing Gayamharjo

Rabu, 4 Februari 2026 - 22:36 WIB

Di Balik Jalan Terjal Wukirharjo, Ketahanan Pangan Dirawat dengan Kesabaran

Berita Terbaru

Kabar BUMDes

Susu Diperas, Dahaga Dilepas: Cerita Kambing Gayamharjo

Kamis, 5 Feb 2026 - 04:45 WIB