SLEMAN — Pagi yang tenang di Kalurahan Sumberahayu, Kapanewon Moyudan, Rabu (14/1/2025), menjadi saksi upaya serius pemerintah daerah dalam memastikan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) berjalan pada rel yang benar. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap pengelolaan BUMKal Sumberahayu, dengan fokus utama pada penyertaan modal Dana Desa dan pengembangan unit usaha ketahanan pangan.
Kegiatan Monev dilakukan secara sederhana tanpa seremoni, mengedepankan dialog langsung dan peninjauan faktual di lapangan. Tim Monev menelaah administrasi, legalitas, sekaligus progres unit usaha yang dijalankan BUMKal, termasuk Unit Usaha Ketahanan Pangan (Ketapang) dan Pasar Desa Jomblang.
Ketua Tim Monev, Siska Wulandari, S.Kom., MM, menegaskan bahwa monitoring ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari upaya memastikan Dana Desa benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Monev ini kami lakukan untuk melihat secara langsung bagaimana Dana Desa dimanfaatkan melalui BUMKal, khususnya pada Unit Ketahanan Pangan. Pendekatannya kami buat lebih dialogis, agar persoalan di lapangan bisa segera ditemukan dan dicarikan solusi,” ujar Siska Wulandari di sela kegiatan.
Dalam pemaparannya, pengurus BUMKal menjelaskan bahwa penyertaan modal sebesar Rp250 juta untuk Unit Ketapang telah terealisasi. Saat ini kegiatan masih berada pada tahap awal berupa pembersihan lahan, dengan rencana pengembangan penanaman buah dan sayuran, pembangunan tiga unit greenhouse, hingga wisata edukasi pertanian yang diharapkan mampu menjadi sumber ekonomi baru bagi kalurahan.
Tak hanya sektor ketahanan pangan, perhatian juga tertuju pada Pasar Desa Jomblang, denyut ekonomi lama yang terus bertahan sejak dibangun pada 1961. Pasar ini kini dikelola BUMKal dan tetap hidup, terutama pada hari pasaran Jumat Pon dan Kliwon, bahkan semakin ramai saat bulan Ramadan dengan kehadiran pedagang lintas daerah.
Sementara itu, Agung Margandhi, SE, MM, selaku Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Sleman, menekankan pentingnya penguatan administrasi sebagai fondasi keberlanjutan BUMKal.
“Secara umum dokumen BUMKal sudah tersedia, namun masih ada beberapa yang perlu dilengkapi, seperti pakta integritas pengurus. Administrasi yang rapi bukan sekadar formalitas, tapi menjadi penopang kepercayaan dan keberlanjutan usaha,” jelas Agung Margandhi.
Dari hasil diskusi, Tim Monev mendorong percepatan realisasi Unit Ketapang serta peningkatan koordinasi, termasuk membuka peluang pendampingan pihak ketiga dan studi tiru ke BUMKal yang telah sukses. Selain itu, disepakati pula rencana Musyawarah Kalurahan sebelum Maret untuk penyampaian laporan pertanggungjawaban BUMKal secara terintegrasi.
Monev ini ditutup dengan suasana optimistis. Pemerintah Kalurahan Sumberahayu menyambut baik masukan yang diberikan dan berharap pengelolaan BUMKal ke depan semakin kuat, tidak hanya sebagai unit usaha, tetapi juga sebagai ruang tumbuh harapan ekonomi warga.







