Menanam Harapan di Balik Greenhouse: Monev Dinas PMK Sleman Dorong BUMKal Sari Dewi Lebih Tertata dan Tumbuh

- Penulis

Kamis, 12 Februari 2026 - 06:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAGUWOHARJO, SLEMAN – Di balik dinding plastik transparan greenhouse berukuran 8 x 24 meter itu, bibit-bibit melon tengah disemai dengan sabar. Pagi di Maguwoharjo, Selasa, 10 Februari 2026, tidak hanya menjadi saksi tumbuhnya tanaman muda, tetapi juga tumbuhnya harapan baru bagi BUMKal Sari Dewi.

Hari itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman hadir melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev). Dipimpin oleh Siska Wulandari, S.Kom., M.M., bersama Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Heniasih,MSi tim disambut oleh Direktur BUMKal Sari Dewi Sumaryono, Bendahara Nita Wijayanti, serta TPP Depok Kurnia Sari Dewi. Suasananya cair, hangat, namun tetap serius. Sebab yang dibicarakan bukan sekadar angka melainkan amanah.

BUMKal Sari Dewi telah menerima total penyertaan modal sebesar Rp 870.000.000,00. Sebanyak Rp 350.000.000,00 merupakan penyertaan modal reguler Tahun Anggaran 2021, sementara Rp 520.000.000,00 adalah penyertaan modal Program Ketahanan Pangan dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025.

Namun perjalanan program ini tidak serta-merta melaju cepat. Tahun 2025 menjadi fase transisi karena adanya revitalisasi kepengurusan. Penyertaan modal ketahanan pangan baru disalurkan pada November 2025, sehingga program budidaya melon hidroponik pun mulai dijalankan pada bulan tersebut.

“Revitalisasi itu bagian dari proses pembenahan. Yang terpenting adalah setelah ini tata kelolanya semakin rapi dan programnya berjalan dengan arah yang jelas,” ungkap Siska Wulandari dalam sesi diskusi.

Menurutnya, monitoring bukanlah ruang untuk mencari kesalahan, melainkan ruang belajar bersama.

“Kami hadir bukan untuk menghakimi. Monitoring dan evaluasi adalah bagian dari ikhtiar memastikan bahwa setiap rupiah dana desa benar-benar memberikan manfaat dan dikelola secara profesional,” tegasnya.

Unit usaha ketahanan pangan yang dipilih adalah budidaya melon hidroponik, bekerja sama dengan pihak ketiga yang fokus pada pengembangan melon hidroponik modern. Dua greenhouse telah disiapkan sebagai pusat produksi. Saat ini proses masih dalam tahap pembibitan.

Di sela-sela kunjungan lapangan, Siska tampak memperhatikan instalasi hidroponik dan sistem irigasi tetes yang terpasang rapi.

“Potensinya sangat bagus. Melon hidroponik punya nilai ekonomi tinggi. Tapi yang harus sama-sama kita jaga adalah perencanaan usaha dan pencatatan administrasinya,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan usaha bukan hanya ditentukan oleh hasil panen, tetapi juga oleh ketepatan perencanaan, analisis usaha, serta tertib administrasi.

Dalam evaluasi, tim monitoring memberikan sejumlah catatan terkait laporan keuangan, kelengkapan dokumen kerja sama dengan pihak ketiga, penyusunan LPJ, serta analisis usaha yang perlu diperbaiki dan diperdalam.

Penyertaan modal reguler yang digunakan untuk belanja operasional kantor juga menjadi perhatian. Tim monev menyarankan agar hal tersebut dimusyawarahkan kembali bersama Pemerintah Kalurahan, pengawas, dan pengurus BUMKal agar sesuai dengan ketentuan.

Selain itu, terdapat penggunaan penyertaan modal untuk pembayaran gaji pengurus. Tim monitoring menyarankan agar rincian tersebut diubah menjadi upah pekerja, sehingga lebih selaras dengan regulasi.

Satu hal yang juga ditekankan adalah percepatan proses pendaftaran badan hukum BUMKal.

“Legalitas itu penting. Badan hukum bukan sekadar formalitas, tetapi pondasi agar BUMKal bisa tumbuh sehat, dipercaya mitra, dan terlindungi secara hukum,” jelas Siska. Nada bicaranya tegas, namun tetap penuh empati.

Di akhir kunjungan, suasana kembali mencair. Ada senyum, ada semangat baru. Para pengurus BUMKal menerima catatan dengan terbuka karena mereka tahu, setiap koreksi adalah bagian dari proses tumbuh.

Greenhouse itu mungkin baru berisi bibit kecil yang belum berbuah. Tetapi di sanalah sedang ditanam sesuatu yang lebih besar: kepercayaan publik, profesionalitas tata kelola, dan komitmen untuk menjadikan BUMKal sebagai penggerak ekonomi kalurahan.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi. Ini soal tanggung jawab bersama. Kita ingin BUMKal tidak hanya berjalan, tetapi juga berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tutup Siska.

Dan di Maguwoharjo, di antara instalasi pipa dan semaian hijau muda, harapan itu kini sedang dirawat pelan, sabar, dan penuh kesungguhan.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 3

No votes so far! Be the first to rate this post.

Berita Terkait

Menanam Harapan dari Caturtunggal: Ketahanan Pangan yang Bertumbuh Pelan tapi Pasti
Dinas PMK Sleman Fasilitasi 42 BUMKal Percepat Legalitas Badan Hukum
Hujan Tak Menyurutkan Langkah: Titik Kumpul UMKM Purwomartani Resmi Diluncurkan
Menata Asa dari Sumberahayu: BUMKal Dievaluasi, Ketahanan Pangan Dipacu
Dari Pepaya hingga Kambing Savera, Ikhtiar BUMKal Sumberadi Menata Ketahanan Pangan
LPJ BUMKal Sukma Sukoharjo Diterima, Unit Usaha Ketapang Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan dan PADes
Monitoring yang Tak Kaku: Tirtoadi, Pertanian, dan Direktur Bergaya Seniman
Air, Tanah, dan Asa: Cerita BUMKal Tlaga Usaha Mandiri Tlogoadi Merawat Ekonomi Warga
Berita ini 38 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 06:07 WIB

Menanam Harapan di Balik Greenhouse: Monev Dinas PMK Sleman Dorong BUMKal Sari Dewi Lebih Tertata dan Tumbuh

Rabu, 11 Februari 2026 - 03:34 WIB

Menanam Harapan dari Caturtunggal: Ketahanan Pangan yang Bertumbuh Pelan tapi Pasti

Selasa, 10 Februari 2026 - 19:55 WIB

Dinas PMK Sleman Fasilitasi 42 BUMKal Percepat Legalitas Badan Hukum

Senin, 9 Februari 2026 - 16:14 WIB

Hujan Tak Menyurutkan Langkah: Titik Kumpul UMKM Purwomartani Resmi Diluncurkan

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:26 WIB

Menata Asa dari Sumberahayu: BUMKal Dievaluasi, Ketahanan Pangan Dipacu

Berita Terbaru

Kabar BUMDes

Dinas PMK Sleman Fasilitasi 42 BUMKal Percepat Legalitas Badan Hukum

Selasa, 10 Feb 2026 - 19:55 WIB