Pakem, Sleman — Program Ketahanan Pangan di Kalurahan Pakem Binangun kembali menunjukkan hasil yang menggembirakan. BUMDes Pakem Makmur Murakabi sukses melaksanakan panen tahap kedua, kali ini berupa cabai rawit yang dipanen tepat saat harga pasar berada di puncaknya, mencapai Rp75.000 per kilogram. Sebelumnya, BUMDes ini juga mencatat panen timun baby sebesar 11 ton, sebuah capaian yang membuat kata “panen” di Pakem terdengar semakin menyenangkan.
BUMDes Murakabi dikelola oleh Supriyanto, yang memiliki latar belakang sebagai mantan PPL Dinas Pertanian Sleman. Dengan bekal pengalaman tersebut, pengelolaan lahan seluas kurang lebih 10.000 meter dijalankan secara terencana dan beragam. Selain cabai dan timun baby, lahan tersebut juga ditanami kacang tanah, jagung, serta kelengkeng varietas unggulan yang diproyeksikan memasuki panen raya pada Desember 2026. Jika menunggu kelengkeng terasa lama, setidaknya cabai dan timun sudah lebih dulu menghibur.
Keberhasilan ini menarik perhatian banyak pihak. Sejumlah BUMDes dan kelompok tani tercatat telah melakukan kunjungan lapangan untuk belajar langsung. Tak hanya itu, Supriyanto juga membuka pelatihan menanam sayur bagi ibu-ibu rumah tangga menggunakan media galon bekas. Pelatihan ini dilaksanakan setiap pekan, tanpa dipungut biaya, dengan tujuan sederhana namun berdampak besar: agar kebutuhan sayur dapur bisa dipetik sendiri, bukan dicari ke warung.
Dinas PMK Kabupaten Sleman melakukan monitoring langsung ke lokasi dalam rangka memastikan bahwa Program Ketahanan Pangan sebagai program nasional benar-benar memberi dampak nyata. Monitoring dipimpin oleh Siska Wulandari, S.Kom., MM, Kasie PPM, didampingi Agung Margandhi, SE., MM selaku TAPM Kabupaten Sleman. Rombongan diterima oleh Lurah Pakem Binangun, Sunardi, bersama Ulu-ulu dan jajaran pengurus BUMDes.
Dalam sambutannya, Kasie PPM menyampaikan apresiasi atas kinerja BUMDes Murakabi yang dinilai mampu menjalankan program secara konsisten dan produktif. Ia berharap praktik baik ini dapat menjadi contoh dan motivasi bagi BUMDes lainnya. “Jika ketahanan pangan diolah dengan serius seperti ini, maka panen tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi juga optimisme,” ujarnya.
Dengan panen yang melimpah, harga jual yang menguntungkan, serta keterlibatan masyarakat yang kuat, BUMDes Murakabi menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar kewajiban program, melainkan peluang nyata yang dapat dinikmati bersama—dan sesekali, dirayakan dengan senyum.(guns)







