Boyolali, Jawa Tengah – Peringatan Hari Desa Tahun 2026 akan dipusatkan di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, dan berlangsung selama enam hari, mulai 10 hingga 15 Januari 2026. Penetapan Boyolali sebagai lokasi puncak peringatan Hari Desa 2026 menjadi penegasan peran strategis desa sebagai subjek pembangunan nasional yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Hari Desa diperingati setiap tanggal 15 Januari, sebagaimana ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2024 tentang Hari Desa. Keppres tersebut menetapkan Hari Desa bukan sebagai hari libur nasional, melainkan sebagai momentum nasional untuk memperkuat posisi desa sebagai unsur pemerintahan terdepan dan terdekat dengan masyarakat, sekaligus memperingati pengundangan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Penunjukan Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Boyolali, sebagai tuan rumah peringatan Hari Desa 2026 tidak semata didasarkan pada jumlah desa yang mencapai 7.810 desa, terbanyak di Indonesia. Lebih dari itu, desa-desa di Jawa Tengah dinilai memiliki rekam jejak kuat dalam peningkatan kualitas pelayanan publik desa, penguatan ketahanan pangan, pengembangan ekonomi lokal, serta lahirnya berbagai inovasi desa yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Mengusung semangat “Bangun Desa, Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia”, rangkaian Hari Desa 2026 dirancang sebagai ruang bersama untuk menunjukkan dampak nyata Dana Desa, sekaligus memperluas pertukaran praktik baik antar desa di seluruh Indonesia.
Beragam kegiatan akan digelar selama peringatan Hari Desa 2026 di Boyolali, di antaranya:
Gerakan Bakti Desa serentak di 261 desa se-Kabupaten Boyolali, Jalan Sehat dan Car Free Day, Donor Darah Liga Desa Tingkat Nasional. Lomba E-Sport Nasional dan E-Sport Piala Bupati, Coaching Koperasi Desa (Kopdes) dan BUM Desa, Pameran Potensi Unggulan Desa. Pasar Murah dan Bazar Desa, Seminar dan Lokakarya. Pagelaran Wayang Kulit dan Tasyakuran, Hingga Upacara Puncak Hari Desa Nasional pada 15 Januari 2026.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Hari Desa 2026 tidak hanya menempatkan Boyolali sebagai lokasi peringatan, tetapi sebagai ruang kolaborasi nasional untuk memperkuat sinergi antara desa, pemerintah, BUM Desa, dunia usaha, dan komunitas. Sinergi ini diharapkan mampu memastikan setiap inovasi desa benar-benar menjawab kebutuhan warga, sekaligus tetap berakar pada nilai budaya lokal.
Peringatan Hari Desa 2026 menjadi momentum strategis untuk menegaskan kembali bahwa desa adalah aktor utama pembangunan, pusat pertumbuhan ekonomi lokal, serta fondasi penting dalam memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dari Boyolali, praktik baik desa diharapkan bergerak dan menyebar ke seluruh penjuru negeri, mendorong kesejahteraan warga Indonesia secara berkelanjutan.







