Lereng Merapi tak hanya menyimpan keindahan alam, tetapi juga harapan hidup masyarakat Donokerto. Dari tanah yang subur, air yang melimpah, dan semangat gotong royong yang terjaga, Bumdes Dono Lestari tumbuh menjadi penggerak kemandirian pangan Kalurahan Donokerto, Kapanewon Turi, Sleman.
Berdiri sejak 2016 dan dinakhodai oleh Aris Suranto, tahun 2025 menjadi babak penting bagi Bumdes Dono Lestari. Melalui penyertaan modal Dana Desa sebesar Rp238 juta, Program Ketahanan Pangan (Ketapang) mulai digerakkan secara nyata bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi kerja riil yang menyentuh denyut kehidupan warga.
Ketahanan pangan Donokerto dijalankan dengan berpijak pada potensi lokal. Di sektor peternakan, sebuah kandang ayam permanen berukuran 10 x 25 meter tengah dibangun. Dinding-dindingnya bukan hanya penopang usaha, tetapi juga simbol harapan baru bagi keberlanjutan ekonomi desa.
Di hamparan lahan seluas 1.000 meter persegi, tanaman cabai mulai ditanam. Bumdes tak berjalan sendiri Gapoktan dan KWT dilibatkan, menjadikan program ini sebagai ruang kolaborasi, tempat petani dan kelompok perempuan desa ikut bertumbuh bersama.
Sementara itu, riak air di tiga kolam ikan nila menandai hidupnya sektor perikanan. Setiap kolam berisi 5.000 benih, dikelola bersama petani ikan lokal agar rantai produksi hingga pemasaran semakin kuat. Kerja sama ini menjadi jembatan antara usaha desa dan jejaring pasar yang lebih luas.
Pada 15 Desember 2025, Dinas PMK Kabupaten Sleman melalui Siska Wulandari, S.Kom., MM bersama TAPM Sleman Agung Margandhi, SE, MM hadir langsung ke Donokerto untuk melakukan monitoring dan evaluasi. Monev ini bukan semata mengecek administrasi, tetapi memastikan bahwa amanat Kepmendes Nomor 3 Tahun 2025 benar-benar hidup di lapangan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Di hadapan Pengawas Bumdes Sabardiyono, TAPM menegaskan pesan penting: ketahanan pangan hanya akan kuat jika dikelola secara profesional, transparan, dan berkelanjutan. Bumdes harus menjadi rumah bersama—dipercaya, dijaga, dan dikembangkan demi masa depan desa.
Bagi warga Donokerto, program ketahanan pangan ini bukan hal baru yang dipaksakan, melainkan penguat dari usaha-usaha yang telah lama mereka jalani. Kini, dengan dukungan Dana Desa dan pendampingan yang tepat, jerih payah itu terasa lebih bermakna.
Dari kandang ayam yang sedang dibangun, cabai yang mulai berbuah, hingga nila yang tumbuh di kolam-kolam desa, Dono Lestari sedang menyemai satu pesan penting: ketahanan pangan bukan sekadar program, melainkan jalan bersama menuju kemandirian dan kesejahteraan Donokerto.







