Surabaya, Jawa Timur – Provinsi Jawa Timur kembali mengapresiasi capaian pembangunan desa dengan mengumumkan pemenang Lomba Desa dan Kelurahan Provinsi Jawa Timur 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur. Dalam ajang tahunan yang digelar di Surabaya pada Sabtu, 16 Agustus 2025, Desa Tembalang, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, berhasil meraih juara pertama kategori desa, menempatkan diri sebagai desa paling berprestasi di antara ratusan peserta lainnya. Keberhasilan ini sekaligus membawa pengakuan atas strategi pengelolaan BUMDesa yang efektif dan inovatif, termasuk melalui pemanfaatan aplikasi keuangan digital VITTA yang kini menjadi bagian penting dalam tata kelola BUMDes tersebut.
Pada pengumuman pemenang tersebut, Kepala DPMD Jatim, Budi Sarwoto, secara langsung menyerahkan piagam penghargaan dan apresiasi kepada perwakilan dari Desa Tembalang serta pemenang lain dari berbagai kategori. Dalam lomba desa/kelurahan ini, Desa Gonggang dari Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, keluar sebagai juara kedua, sementara Desa Ngarjo dari Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, menempati posisi ketiga. Untuk kategori kelurahan, Kelurahan Kelun (Kota Madiun) menduduki peringkat pertama, disusul Kelurahan Bunulrejo (Kota Malang) dan Kelurahan Kedurus (Kota Surabaya) masing-masing sebagai juara kedua dan ketiga.
Tema dan Proses Penilaian Kompetitif
Lomba Desa dan Kelurahan Jawa Timur 2025 mengangkat tema “Desa dan Kelurahan Swasembada Menuju Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara”, suatu visi pembangunan yang menekankan keberlanjutan, inovasi layanan publik, serta pemanfaatan teknologi dalam tata kelola desa. Penilaian kompetisi mencakup tiga tahap utama yang dilaksanakan sejak Maret hingga Juni 2025: penilaian administrasi, paparan presentasi, dan penilaian lapangan yang intensif. Setiap desa dan kelurahan dinilai berdasarkan 12 aspek termasuk pemerintahan, pendidikan, kesehatan, kelembagaan masyarakat, inovasi pelayanan BUMDes, keterbukaan informasi publik, serta aspek keuangan dan investasi.
Keberhasilan Desa Tembalang bukan hanya menjadi bukti komitmen desa terhadap pembangunan desa yang berkualitas, tetapi juga menunjukkan bagaimana pengelolaan lembaga ekonomi desa (Badan Usaha Milik Desa atau BUMDesa) merupakan motor penting dalam meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat lokal.
BUMDesa Sejahtera Tembalang: Motor Ekonomi Desa dan Digitalisasi Keuangan
Salah satu kunci keberhasilan Desa Tembalang adalah peran aktif BUMDesa Sejahtera Tembalang yang telah menunjukkan performa kuat dalam pengelolaan usaha dan aset desa. BUMDesa ini tidak hanya menjalankan berbagai unit usaha yang mendukung perekonomian masyarakat lokal, tetapi juga menerapkan sistem pengelolaan keuangan yang transparan dan terstruktur.
Dalam beberapa tahun terakhir, BUMDesa Sejahtera Tembalang mengadopsi aplikasi VITTA sebagai solusi digital dalam pengelolaan keuangan BUMDesa mereka. VITTA adalah sistem informasi pengelolaan keuangan yang dirancang khusus untuk BUMDes, BUMDesMA, dan lembaga lain seperti LKD, yang membantu organisasi ini dalam mencatat transaksi keuangan, membuat laporan keuangan yang akurat, serta memastikan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur enkripsi dan otentikasi untuk melindungi data serta memudahkan proses audit internal dan pelaporan kepada stakeholder desa.
Menurut penuturan pengurus BUMDesa Sejahtera, penggunaan VITTA telah membantu mereka mengelola arus kas, memonitor kondisi keuangan secara real-time, serta menyediakan laporan keuangan yang komprehensif. Dengan sistem digital ini, proses pencatatan menjadi efisien, kesalahan input data berkurang signifikan, dan seluruh pengurus serta pembina desa mendapatkan akses yang lebih baik terhadap performa keuangan unit usaha desa. Hal ini mencerminkan praktik tata kelola BUMDes yang lebih modern dan profesional — suatu faktor penting yang dinilai oleh tim juri dalam kompetisi lomba desa.
Manfaat Digitalisasi Keuangan untuk Desa
Transformasi digital dalam pengelolaan keuangan desa melalui aplikasi seperti VITTA tidak hanya membantu efisiensi internal, tetapi juga membangun kepercayaan komunitas dan lembaga pembina. Transparansi keuangan menjadi lebih nyata ketika laporan keuangan dapat diakses dan diaudit secara akurat oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, BPD, serta masyarakat desa melalui mekanisme keterbukaan informasi.
Selain itu, digitalisasi keuangan membantu BUMDesa mengoptimalkan pengambilan keputusan berbasis data, mempercepat perencanaan strategis unit usaha, serta membuka peluang untuk integrasi dengan layanan keuangan lain seperti perbankan desa, pinjaman UMKM, dan akses pendanaan dari pemerintah atau lembaga donor. Dengan demikian, keberadaan aplikasi keuangan modern tidak hanya menjadi alat pencatatan, tetapi juga katalisator perubahan ekonomi desa.
Menuju Lomba Nasional dan Masa Depan Desa
Dengan gelar juara pertama di tingkat provinsi, Desa Tembalang berhak diajukan untuk mewakili Jawa Timur dalam Lomba Desa dan Kelurahan tingkat nasional yang akan digelar pada September–Oktober 2025. Pengalaman dari peserta Jawa Timur sebelumnya menunjukkan bahwa desa-desa dari provinsi ini mampu berprestasi di ajang nasional — seperti Desa Tulungrejo dari Batu yang sebelumnya memenangkan juara 1 nasional regional Jawa–Bali pada kompetisi tahun 2024.
Kemenangan ini bukan sekadar gelar, tetapi mencerminkan proses panjang komitmen pemerintahan desa, partisipasi masyarakat, serta inovasi dalam pengelolaan ekonomi dan layanan desa. Desa Tembalang dan BUMDesa Sejahtera Tembalang telah menunjukkan bahwa pidato pembangunan desa akan lebih kuat ketika didukung dengan praktik tata kelola yang profesional dan digital.
Sebagai desa yang kini menjadi inspirasi bagi desa lain se-Jawa Timur, pencapaian ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh desa di Indonesia untuk mempercepat transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan dan ekonomi lokal, memaksimalkan potensi desa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi nyata di tingkat akar rumput.







