Dari “Wima Farm” Menuju Ekspansi Usaha: Widodo Makaryo Perkuat Otot BUMDes

- Penulis

Selasa, 30 Desember 2025 - 07:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana malam di Widodomartani, Kapanewon Kalasan, Sleman, terasa berbeda. Di tengah padatnya aktivitas warga sepanjang hari, aula kalurahan justru dipenuhi semangat belajar dan diskusi. Peningkatan Kapasitas Pengelola BUMDes Widodo Makaryo menjadi ruang bertemunya gagasan, pengalaman, dan harapan besar untuk masa depan ekonomi desa.

Panewu Ngemplak, Tri Akhmeriyadi, S.P., M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa BUMDes adalah lembaga usaha yang memang dituntut untuk menghasilkan keuntungan, namun tidak boleh berjalan sendiri. Harmonisasi antara pemerintah kalurahan, pengelola BUMDes, dan masyarakat menjadi kunci utama agar roda usaha dapat berputar dengan sehat dan berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara operasional dan administrasi. Menurutnya, usaha yang berjalan baik tanpa tata kelola administrasi yang rapi akan rapuh, sementara administrasi yang tertib tanpa aktivitas usaha yang nyata juga tidak akan membawa manfaat.

Senada dengan itu, Lurah Widodomartani, Heruyono, S.T., menyampaikan optimisme besar terhadap BUMDes Widodo Makaryo. Ia menegaskan bahwa BUMDes yang dikelola secara profesional akan menjadi instrumen nyata peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tahun ini, Widodo Makaryo direncanakan menambah pengelolaan unit strategis, mulai dari pasar kalurahan, lapangan, hingga food court UMKM, sebagai upaya memperluas manfaat ekonomi bagi warga.

Optimisme tersebut bukan tanpa dasar. Di bawah kepemimpinan Direktur Ari, BUMDes Widodo Makaryo menunjukkan progres positif melalui unit ketahanan pangan “Wima Farm”. Keberhasilan ini semakin menguatkan keyakinan pemerintah kalurahan untuk memberikan kepercayaan lebih besar dalam pengembangan unit-unit usaha lainnya. Latar belakang Ari sebagai pengusaha dinilai menjadi nilai tambah dalam membaca peluang dan mengelola risiko usaha desa.

Pada sesi materi, Agung Margandhi hadir sebagai narasumber pertama dengan membawakan materi tentang kelembagaan BUMDes. Materi ini menjadi fondasi penting agar seluruh peserta benar-benar memahami posisi, peran, dan tanggung jawab BUMDes sebagai badan usaha milik bersama, bukan sekadar proyek sesaat.

Materi kedua disampaikan oleh Deny Pratama, yang mengulas secara praktis tentang tata kelola keuangan BUMDes. Ia menekankan bahwa transparansi keuangan adalah jembatan utama untuk membangun kepercayaan masyarakat. Dengan mengacu pada Kepmendes Nomor 136, proses penyusunan laporan keuangan BUMDes kini semakin mudah dan terstandar, sehingga akuntabilitas dapat diwujudkan secara nyata.

Pelatihan yang dilaksanakan pada malam hari justru menghadirkan suasana yang lebih fokus. Meski para peserta telah menjalani aktivitas sejak pagi, semangat belajar tetap terjaga. Para narasumber pun “tahu diri”, menyampaikan materi secara padat, diselingi gurauan ringan agar suasana tetap segar dan peserta tak larut dalam kantuk.

Kegiatan ini diikuti oleh unsur lengkap ekosistem ekonomi desa: pengurus dan pengawas BUMDes, Gapoktan, KWT, pengelola Lumbung Mataraman, serta unsur pendukung lainnya. Menjelang akhir tahun anggaran, pesan penutup dari Ulu-ulu Widodomartani mengingatkan bahwa seluruh kegiatan harus diselesaikan tepat waktu dan dipertanggungjawabkan dengan baik.

Malam itu, Widodomartani tak hanya menutup hari dengan diskusi, tetapi juga membuka jalan panjang menuju BUMDes yang lebih kuat, profesional, dan dipercaya warganya.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Berita Terkait

Susu Diperas, Dahaga Dilepas: Cerita Kambing Gayamharjo
Di Balik Jalan Terjal Wukirharjo, Ketahanan Pangan Dirawat dengan Kesabaran
Bukan Sekadar Wisata, Boko Makmur Menjadi Nadi Ekonomi Bokoharjo
BUMNag Lubuak Bakilek Malam Koto Kaciak: Dari Air Bersih hingga Ketahanan Pangan dan Wisata Desa
Ajib Santoso dan Ikhtiar Pelan tapi Pasti Membangun BUMDes Tirta Jaya Nogotirto
Budidaya Terong Jepang Jadi Andalan, BUMKal Balecatur Perkuat Ekonomi Desa
Menjaga Amanah, Menumbuhkan Harapan. Jejak BUMDes Sumbersari Merawat Energi Desa dan Ketahanan Pangan
BUMNag Lumbung Pintar Duo Koto, Model Ketahanan Pangan Berbasis Kemitraan Warga
Berita ini 168 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 04:45 WIB

Susu Diperas, Dahaga Dilepas: Cerita Kambing Gayamharjo

Rabu, 4 Februari 2026 - 22:36 WIB

Di Balik Jalan Terjal Wukirharjo, Ketahanan Pangan Dirawat dengan Kesabaran

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:53 WIB

Bukan Sekadar Wisata, Boko Makmur Menjadi Nadi Ekonomi Bokoharjo

Senin, 2 Februari 2026 - 09:08 WIB

BUMNag Lubuak Bakilek Malam Koto Kaciak: Dari Air Bersih hingga Ketahanan Pangan dan Wisata Desa

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:36 WIB

Ajib Santoso dan Ikhtiar Pelan tapi Pasti Membangun BUMDes Tirta Jaya Nogotirto

Berita Terbaru

Kabar BUMDes

Susu Diperas, Dahaga Dilepas: Cerita Kambing Gayamharjo

Kamis, 5 Feb 2026 - 04:45 WIB

Kabar BUMDes

Bukan Sekadar Wisata, Boko Makmur Menjadi Nadi Ekonomi Bokoharjo

Rabu, 4 Feb 2026 - 20:53 WIB