Hujan deras yang mengguyur Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Senin (9/2/2026), sempat menunda jalannya acara. Namun cuaca tak mampu meredam semangat kebersamaan yang mengiringi pembukaan dan peresmian Titik Kumpul UMKM BUMKal Karya Sejahtera Purwomartani sebuah ikhtiar kolektif untuk menguatkan ekonomi lokal dan kesejahteraan warga.
Acara ini dihadiri Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman Ekowati, S.H., Kasie PPM Siska Wulandari, S.Kom., M.M., perwakilan Kapanewon Kalasan, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM), jajaran pamong kalurahan, pengurus BUMKal, perwakilan BUMKal se-Kapanewon Kalasan, serta elemen masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Direktur BUMKal Karya Sejahtera menegaskan bahwa peresmian ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda dimulainya ruang bersama bagi pelaku UMKM dan sektor pertanian di Purwomartani.
“Launching ini kami adakan agar seluruh masyarakat Purwomartani mengetahui bahwa tempat ini adalah titik kumpul UMKM dan hasil pertanian Purwomartani dan sekitarnya. Harapannya, mampu mensejahterakan masyarakat sekaligus menjadi penyokong Pendapatan Asli Desa,” ujarnya.
Saat ini, BUMKal Karya Sejahtera telah menggandeng 15 pelaku UMKM, serta menjalin sinergi dengan Gapoktan dan petani milenial untuk mengelola tanah kas desa yang selama ini belum produktif. Ke depan, BUMKal juga merancang kerja sama strategis dengan PT Bosco Sejahtera Jaya dalam pengelolaan pangkalan minyak goreng curah, sebagai upaya memperluas unit usaha dan pelayanan kepada masyarakat.
Lurah Purwomartani, H. Semiyono, dalam sambutannya menyampaikan optimisme besar terhadap arah pengembangan BUMKal. Menurutnya, dukungan modal yang signifikan harus diimbangi dengan pengelolaan yang profesional.
“Dengan modal yang cukup besar ini, saya rasa BUMKal akan lebih leluasa menjalankan usaha. Saya percaya kepada Direktur BUMKal yang memang berlatar belakang seorang pengusaha. Purwomartani memiliki potensi besar dengan jumlah penduduk sekitar 40 ribu jiwa. Di era pasar bebas, manajemen bisnis harus benar-benar dikelola secara profesional,” tegasnya.
Ia menambahkan, salah satu indikator keberhasilan usaha adalah ketika omzet telah melampaui modal awal, sebagai cerminan usaha yang sehat dan berkelanjutan.
Sementara itu, perwakilan Kapanewon Kalasan menyampaikan ucapan selamat atas diresmikannya titik kumpul UMKM tersebut.
“Semoga kehadiran titik kumpul BUMKal ini mampu memberikan pelayanan terbaik dan manfaat nyata bagi masyarakat Purwomartani,” ucapnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Kabid PMK Ekowati, S.H. yang menilai kehadiran titik kumpul UMKM sebagai langkah inovatif yang relevan dengan tantangan zaman.
“Inovasi perlu terus ditingkatkan agar mampu berkompetisi. Dukungan dari semua pihak sangat penting, dan pemerintah daerah siap selalu mendukung upaya-upaya penguatan ekonomi desa,” ungkapnya.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kelancaran usaha, dilanjutkan dengan pemotongan pita sebagai tanda peresmian, yang dilakukan oleh Lurah Purwomartani H. Semiyono, didampingi para pejabat yang hadir.
Di bawah sisa gerimis yang perlahan reda, Titik Kumpul UMKM BUMKal Karya Sejahtera Purwomartani resmi dibuka—menjadi simbol harapan baru bagi tumbuhnya ekonomi desa yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan.








