Budidaya Terong Jepang Jadi Andalan, BUMKal Balecatur Perkuat Ekonomi Desa

- Penulis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pagi itu, embun masih menggantung di hamparan lahan pertanian Balecatur. Tanah yang baru selesai diolah membentang luas, menunggu bibit-bibit kecil yang sebentar lagi akan ditanam. Di sinilah harapan itu disemai harapan tentang ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, dan masa depan warga Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman.

Kalurahan Balecatur yang dipimpin Andri Septiyanto, S.H. dikenal sebagai wilayah dengan bentang alam yang kontras namun saling melengkapi. Di bagian utara, tanah pertanian subur menjadi tumpuan hidup warga, sementara di selatan, perbukitan padas menjadi saksi ketekunan masyarakat menjaga alam. “Desa ini hidup dari kebersamaan. Pemerintah kalurahan hanya menjadi penggerak, sedangkan masyarakatlah yang menjadi kekuatannya,” ujar Andri dengan nada tenang.

Ikhtiar membangun desa tak hanya diwujudkan lewat tata kelola pemerintahan berbasis e-government dan kerukunan sosial, tetapi juga melalui penguatan ekonomi desa. Salah satunya dengan mengoptimalkan potensi wisata Desa Wisata Daya Gamol, yang menawarkan pengalaman edukatif mulai dari peternakan kambing Peranakan Etawa, rumah edukasi sampah, hingga rumah budidaya jamur dan kekayaan flora lokal.

Di balik geliat itu, BUMKal Maju Mapan menjadi motor penggerak ekonomi. Pada 2025, BUMKal yang dinakhodai Sakiyo Indrianto mendapat amanah besar berupa penyertaan modal Rp 456.425.000. “Ini bukan sekadar angka. Ini adalah kepercayaan masyarakat yang harus kami jaga,” tutur Sakiyo. Dari jumlah tersebut, sebagian besar dialokasikan untuk program ketahanan pangan, sementara sisanya digunakan untuk pengembangan unit usaha isi ulang air minum dan AMDK yang kini tengah dibangun infrastrukturnya.

Pilihan pada Terong Jepang (Nasubi) sebagai komoditas unggulan bukan tanpa pertimbangan. Melalui kerja sama dengan CV Swan Farm, BUMKal mendapatkan pendampingan dari hulu hingga hilir. Di lahan seluas 4,2 hektare, terong Jepang dipersiapkan menjadi sumber penghidupan baru.

Terong Jepang dikenal bernilai ekonomi tinggi dan ramah dibudidayakan di Indonesia. Kulitnya ungu mengilap, dagingnya padat, rasanya manis gurih, dan kaya serat serta antioksidan. Lebih dari itu, tanaman ini menawarkan harapan cepat panen. Dalam waktu 35–40 hari, hasilnya sudah bisa dipetik. “Dalam hitungan kami, sampai panen ke-8 sudah bisa mencapai BEP. Ini peluang yang sangat realistis,” kata Sakiyo penuh optimisme.

Optimisme itu diamini oleh Lurah Balecatur. Menurutnya, ketahanan pangan bukan hanya soal menanam dan memanen, tetapi tentang keberanian desa mengambil langkah strategis. “Kalau desa tidak berani mengelola potensi sendiri, maka kita akan selalu tertinggal. BUMKal harus menjadi alat perjuangan ekonomi warga,” tegas Andri.

Pagi itu, tim monitoring dan evaluasi menyusuri lahan pertanian, memastikan setiap rencana benar-benar berpijak di tanah yang nyata. Mereka juga meninjau SPAMDes dan lokasi pengelolaan AMDK, menyimak penjelasan pengurus BUMKal dengan saksama. Bagi Balecatur, kunjungan ini bukan sekadar agenda, melainkan pengingat bahwa setiap jengkal tanah, setiap tetes air, dan setiap usaha desa adalah bagian dari cita-cita bersama.

Dari Balecatur, cerita tentang desa berdaya itu terus tumbuh seperti terong Jepang yang sebentar lagi akan berbuah. Bukan hanya panen yang ditunggu, tetapi masa depan yang perlahan mulai terwujud.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 2

No votes so far! Be the first to rate this post.

Berita Terkait

Susu Diperas, Dahaga Dilepas: Cerita Kambing Gayamharjo
Di Balik Jalan Terjal Wukirharjo, Ketahanan Pangan Dirawat dengan Kesabaran
Bukan Sekadar Wisata, Boko Makmur Menjadi Nadi Ekonomi Bokoharjo
BUMNag Lubuak Bakilek Malam Koto Kaciak: Dari Air Bersih hingga Ketahanan Pangan dan Wisata Desa
Ajib Santoso dan Ikhtiar Pelan tapi Pasti Membangun BUMDes Tirta Jaya Nogotirto
Menjaga Amanah, Menumbuhkan Harapan. Jejak BUMDes Sumbersari Merawat Energi Desa dan Ketahanan Pangan
BUMNag Lumbung Pintar Duo Koto, Model Ketahanan Pangan Berbasis Kemitraan Warga
Bimtek Pemeringkatan BUMKal Sleman Dorong Profesionalisme dan Kemandirian Desa
Berita ini 127 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 04:45 WIB

Susu Diperas, Dahaga Dilepas: Cerita Kambing Gayamharjo

Rabu, 4 Februari 2026 - 22:36 WIB

Di Balik Jalan Terjal Wukirharjo, Ketahanan Pangan Dirawat dengan Kesabaran

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:53 WIB

Bukan Sekadar Wisata, Boko Makmur Menjadi Nadi Ekonomi Bokoharjo

Senin, 2 Februari 2026 - 09:08 WIB

BUMNag Lubuak Bakilek Malam Koto Kaciak: Dari Air Bersih hingga Ketahanan Pangan dan Wisata Desa

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:36 WIB

Ajib Santoso dan Ikhtiar Pelan tapi Pasti Membangun BUMDes Tirta Jaya Nogotirto

Berita Terbaru

Kabar BUMDes

Susu Diperas, Dahaga Dilepas: Cerita Kambing Gayamharjo

Kamis, 5 Feb 2026 - 04:45 WIB

Kabar BUMDes

Bukan Sekadar Wisata, Boko Makmur Menjadi Nadi Ekonomi Bokoharjo

Rabu, 4 Feb 2026 - 20:53 WIB