Menggerakkan Ekonomi Nagari lewat BUMNag Lumbung Pintar Duo Koto
Nagari Duo Koto adalah salah satu nagari yang berada di Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat. Nagari Duo Koto telah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) atau biasa disebut BUMNag untuk sebutan Nagari di wilayah Sumatera Barat. BUMNag diberi nama BUMNag Lumbung Pintar Duo Koto yang telah berbadan hukum.
BUMNag Lumbung Pintar Duo Koto di Nagari Duo Koto perlahan membuktikan bahwa BUMNag Lumbung Pintar Duo Koto bukan sekadar badan usaha formal, melainkan motor penggerak ekonomi nagari yang hidup bersama masyarakatnya. Dengan pendekatan usaha berbasis kemitraan, BUMNag ini hadir sebagai ruang kolaborasi antara nagari dan warga untuk membangun kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.
Di tengah tantangan ekonomi desa dan tuntutan penguatan ketahanan pangan, BUMNag Lumbung Pintar Duo Koto tampil sebagai contoh bahwa usaha milik nagari dapat tumbuh jika dikelola dengan visi, kepercayaan, dan partisipasi masyarakat.
Usaha Penggemukan Sapi, Pilar Awal BUMNag Lumbung Pintar Duo Koto
Salah satu unit usaha yang telah lama dijalankan oleh BUMNag Lumbung Pintar Duo Koto adalah penggemukan sapi. Saat ini, tercatat sebanyak 26 ekor sapi menjadi aset produktif BUMNag. Pola pengelolaannya tidak terpusat, melainkan melalui kemitraan dengan masyarakat, di mana warga ikut memelihara sapi dengan skema bagi hasil yang adil.
Model ini membuat BUMNag Lumbung Pintar Duo Koto tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga memastikan manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat. Seluruh sapi tersebut direncanakan siap jual pada musim haji, momentum strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan stabil.

Pendamping Desa Kecamatan Tanjung Raya beserta Direktur BUMNag Lumbung Pintar Duo Koto mengunjungi Kandang Sapi warga
Kemitraan Warga, Kekuatan Sosial BUMNag Lumbung Pintar Duo Koto
Keberhasilan BUMNag Lumbung Pintar Duo Koto tidak dapat dilepaskan dari pola kemitraan yang dibangun bersama masyarakat. Alih-alih bekerja sendiri, BUMNag justru memperluas keterlibatan warga sebagai mitra usaha, sehingga tercipta rasa memiliki dan tanggung jawab bersama.
Melalui kemitraan ini, BUMNag Lumbung Pintar Duo Koto menjelma menjadi instrumen pemerataan manfaat ekonomi. Warga tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi menjadi pelaku langsung dalam roda usaha nagari.
Penyertaan Modal Ketahanan Pangan 2025, Langkah Strategis BUMNag Lumbung Pintar Duo Koto
Memasuki tahun 2025, BUMNag Lumbung Pintar Duo Koto mendapat kepercayaan besar untuk mengelola kegiatan ketahanan pangan nagari dengan penyertaan modal sebesar Rp230 juta. Dana ini menjadi fondasi penting untuk diversifikasi unit usaha dan memperkuat daya tahan ekonomi lokal.
Keputusan ini menunjukkan bahwa BUMNag Lumbung Pintar Duo Koto dipandang mampu secara kelembagaan, manajerial, dan sosial dalam mengelola dana publik demi kepentingan jangka panjang nagari.

Kunjungan Pemerintah Nagari Duo Koto, Pengelola BUMNag Lumbung Pintar Duo Koto, Pendamping Desa Kecamatan Tanjung Raya, Penyuluh Pertanian dan perikanan ke lokasi kolam pembibitan Ikan Nila
Pengembangan Usaha Ikan Nila dan Itik Petelur
Dari penyertaan modal tersebut, BUMNag Lumbung Pintar Duo Koto mengembangkan unit usaha baru berupa pembibitan ikan nila dan peternakan itik petelur. Meski tergolong masih “seumur jagung”, hasil awal dari usaha ini sudah mulai terlihat dan memberi harapan baru bagi masyarakat.
Partisipasi warga dalam unit usaha ini terus meningkat. Semakin banyak masyarakat yang tertarik bergabung melalui pola kemitraan, menandakan bahwa BUMNag Lumbung Pintar Duo Koto berhasil membangun kepercayaan dan optimisme bersama.
Membuka Kerja Sama Bibit, BUMNag Lumbung Pintar Duo Koto Melangkah Lebih Jauh
Tidak berhenti di internal nagari, BUMNag Lumbung Pintar Duo Koto juga membuka peluang kerja sama penyediaan bibit ikan bagi peternak, baik di dalam kecamatan maupun dari luar daerah. Langkah ini memperluas jejaring usaha sekaligus memperkuat posisi BUMNag sebagai pusat ekonomi produktif nagari.
Dengan strategi ini, BUMNag Lumbung Pintar Duo Koto tidak hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga pada keberlanjutan usaha dan penguatan ekosistem pangan lokal.
Refleksi: BUMNag Lumbung Pintar Duo Koto dan Masa Depan Nagari
Kisah perjalanan BUMNag Lumbung Pintar Duo Koto memberi pelajaran penting bahwa keberhasilan BUMNag tidak semata ditentukan oleh besarnya modal, tetapi oleh keberpihakan pada masyarakat, tata kelola yang sehat, dan kemitraan yang inklusif. Dari penggemukan sapi hingga pembibitan ikan dan itik, BUMNag ini menunjukkan arah pembangunan nagari yang partisipatif dan berkelanjutan.
Saatnya Nagari Bergerak Bersama
Keberhasilan BUMNag Lumbung Pintar Duo Koto adalah bentuk undangan terbuka bagi seluruh masyarakat nagari: mari terlibat, bermitra, dan bertumbuh bersama. Dukungan, partisipasi, dan kepercayaan warga adalah energi utama agar BUMNag terus berkembang dan menjadi fondasi kemandirian ekonomi nagari.
BUMNag kuat, nagari berdaulat, masyarakat sejahtera.
Penulis : Surya Putra







