Ketika Desa Bergerak Mandiri: Kisah Sukses BUMDes Sumber Artho Berkah Banyumas

- Penulis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sokaraja, Banyumas – Desa Sokaraja Kidul, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memiliki posisi strategis di sisi timur Kota Purwokerto. Desa ini dikenal sebagai bagian dari kawasan sentra kuliner legendaris soto Sokaraja dan batik Banyumasan, dengan dukungan infrastruktur yang memadai serta sistem informasi desa yang telah tertata. Mayoritas warganya menggantungkan hidup pada sektor perdagangan, pegawai, buruh, serta usaha mandiri sebuah modal sosial yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi desa.

Di tengah potensi tersebut, BUMDes Sumber Artho Berkah hadir sebagai lokomotif penggerak ekonomi lokal. Berdiri sejak tahun 2020, BUMDes ini terus berproses menata diri hingga mencapai momentum penting melalui reorganisasi kepengurusan yang disepakati dalam Musyawarah Desa (Musdes) Oktober 2024. Penataan ulang ini menjadi tonggak strategis untuk meningkatkan tata kelola, efektivitas usaha, serta kepercayaan publik.

Di bawah nahkoda Adiyanto Agung Cahyadi, BUMDes Sumber Artho Berkah kini melaju dengan fondasi yang semakin kokoh. Legalitas usaha telah dikantongi melalui SK Kemenkumham Nomor AHU-03194.AH.01.33 Tahun 2024, menegaskan posisi BUMDes sebagai badan usaha desa yang sah dan profesional. Sejak awal berdiri, BUMDes ini memperoleh penyertaan modal sebesar Rp 197.055.000, yang difokuskan pada unit usaha pengelolaan sampah dan layanan internet desa dua sektor yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Visi yang diusung pun jelas dan berorientasi jauh ke depan, yakni “Menjadi BUMDes terpercaya dan terkemuka serta memiliki akses sumber dan jaringan pemasaran di desa dan luar desa.” Visi tersebut diterjemahkan ke dalam misi yang konkret: menjalankan perdagangan umum dan khusus, memfasilitasi transaksi ekonomi lokal, melakukan produksi barang, membangun kemitraan layanan terintegrasi, serta meningkatkan kesejahteraan pegawai melalui optimalisasi produktivitas.

Hasilnya mulai terlihat. Pada Laporan Pertanggungjawaban Tahun 2025, BUMDes Sumber Artho Berkah mencatat laba bersih sebesar Rp85.039.000 sebuah capaian yang menandai transisi dari sekadar bertahan menuju fase bertumbuh. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan simbol meningkatnya kepercayaan masyarakat dan efektivitas pengelolaan usaha desa.

Dalam strategi pengembangannya, Agung menegaskan pentingnya lima pilar utama: memperbesar modal kerja, memperluas basis pelanggan, memperkuat kapasitas SDM, menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, serta melakukan sosialisasi layanan BUMDes ke seluruh segmen pasar desa. Menurutnya, BUMDes tidak cukup hanya memiliki unit usaha, tetapi harus mampu membangun ekosistem bisnis desa yang berkelanjutan.

Optimisme itu kian menguat pada tahun 2025, ketika BUMDes Sumber Artho Berkah memperoleh penyertaan modal dari Dana Desa sebesar Rp 235.065.000 untuk mendukung program ketahanan pangan. Dana ini menjadi pintu masuk bagi ekspansi usaha yang lebih beragam dan bernilai tambah. Memasuki tahun 2026, BUMDes menyiapkan sejumlah unit usaha baru, antara lain budidaya melon hidroponik, perikanan lele, PPOB (Payment Point Online Bank), serta pengajuan kerja sama sebagai Mitra Samsat Budiman.

Kepala Desa Sokaraja Kidul, Mujino, menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi dan kerja keras pengurus BUMDes. Ia menilai peningkatan kinerja BUMDes Sumber Artho Berkah sebagai cerminan keseriusan desa dalam membangun kemandirian ekonomi. “Kepercayaan ini harus dijaga dengan inovasi, transparansi, dan kreativitas yang berkelanjutan. Saya berharap di tahun-tahun mendatang BUMDes semakin maju dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Perjalanan BUMDes Sumber Artho Berkah menunjukkan bahwa ketika desa diberi ruang untuk berinovasi dan dikelola dengan profesional, maka kemandirian ekonomi bukan sekadar wacana. Dari Sokaraja Kidul, sebuah pesan sederhana namun kuat disampaikan: desa mampu menjadi pusat pertumbuhan, selama dikelola dengan visi, strategi, dan kepercayaan bersama.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 5

No votes so far! Be the first to rate this post.

Berita Terkait

Dari Pepaya hingga Kambing Savera, Ikhtiar BUMKal Sumberadi Menata Ketahanan Pangan
LPJ BUMKal Sukma Sukoharjo Diterima, Unit Usaha Ketapang Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan dan PADes
Monitoring yang Tak Kaku: Tirtoadi, Pertanian, dan Direktur Bergaya Seniman
Air, Tanah, dan Asa: Cerita BUMKal Tlaga Usaha Mandiri Tlogoadi Merawat Ekonomi Warga
Susu Diperas, Dahaga Dilepas: Cerita Kambing Gayamharjo
Di Balik Jalan Terjal Wukirharjo, Ketahanan Pangan Dirawat dengan Kesabaran
Bukan Sekadar Wisata, Boko Makmur Menjadi Nadi Ekonomi Bokoharjo
BUMNag Lubuak Bakilek Malam Koto Kaciak: Dari Air Bersih hingga Ketahanan Pangan dan Wisata Desa
Berita ini 55 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 07:55 WIB

Dari Pepaya hingga Kambing Savera, Ikhtiar BUMKal Sumberadi Menata Ketahanan Pangan

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:09 WIB

LPJ BUMKal Sukma Sukoharjo Diterima, Unit Usaha Ketapang Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan dan PADes

Jumat, 6 Februari 2026 - 06:43 WIB

Monitoring yang Tak Kaku: Tirtoadi, Pertanian, dan Direktur Bergaya Seniman

Kamis, 5 Februari 2026 - 22:31 WIB

Air, Tanah, dan Asa: Cerita BUMKal Tlaga Usaha Mandiri Tlogoadi Merawat Ekonomi Warga

Kamis, 5 Februari 2026 - 04:45 WIB

Susu Diperas, Dahaga Dilepas: Cerita Kambing Gayamharjo

Berita Terbaru

Kabar BUMDes

Susu Diperas, Dahaga Dilepas: Cerita Kambing Gayamharjo

Kamis, 5 Feb 2026 - 04:45 WIB