Sleman, Yogyakarta – Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Arum Sembada, Kalurahan Sendangarum, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman, terus menunjukkan geliat perkembangan yang menjanjikan meskipun masih berada pada tahap awal pengembangan usaha.
Hal tersebut terungkap dalam forum penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Tahun Buku 2025 yang menjadi momentum evaluasi sekaligus refleksi atas perjalanan BUMKal selama satu tahun terakhir. Dalam laporan tersebut, BUMKal Arum Sembada dinilai telah berhasil meletakkan fondasi penting sebagai lembaga ekonomi desa yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan peningkatan Pendapatan Asli Kalurahan (PAKal).
Secara umum, BUMKal Arum Sembada mengelola dua unit usaha utama, yakni unit budidaya ternak domba/kambing sebagai bagian dari program ketahanan pangan, serta unit layanan air minum masyarakat melalui KPSPAMS Tirto Arum. Kedua unit ini menunjukkan dinamika perkembangan yang berbeda namun saling melengkapi.
Unit usaha peternakan masih berada dalam fase investasi dan penguatan sistem, sehingga belum menghasilkan pendapatan pada tahun 2025. Dalam laporan keuangan, tercatat kerugian sebesar Rp12,6 juta yang disebabkan oleh biaya operasional awal seperti pembangunan kandang, pengadaan ternak, dan sarana pendukung lainnya. Meski demikian, kondisi tersebut dinilai sebagai hal yang wajar dalam tahap rintisan usaha.
Sebaliknya, unit usaha pengelolaan air minum masyarakat justru menunjukkan kinerja positif dengan mencatatkan keuntungan sebesar Rp24,1 juta. Dari capaian tersebut, BUMKal mampu memberikan kontribusi langsung kepada Pendapatan Asli Kalurahan sebesar lebih dari Rp8,1 juta melalui skema bagi hasil.
Perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, Nana Sujarwit,SH dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas langkah progresif yang dilakukan BUMKal Arum Sembada.
Ia menegaskan bahwa proses pengembangan BUMKal memang membutuhkan waktu, konsistensi, serta manajemen yang baik agar dapat tumbuh secara berkelanjutan.
“BUMKal ini tidak bisa langsung besar dalam waktu singkat. Yang terpenting adalah fondasi kelembagaan, tata kelola, dan komitmen pengelola sudah terbentuk dengan baik. Apa yang dilakukan BUMKal Arum Sembada ini sudah berada di jalur yang tepat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nana juga mendorong agar pengelola BUMKal terus meningkatkan kapasitas, baik dalam aspek manajerial maupun teknis usaha, sehingga ke depan mampu mengoptimalkan potensi ekonomi lokal.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah kalurahan, pengelola BUMKal, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mendorong keberhasilan usaha desa.
Sementara itu, dari hasil laporan juga diketahui bahwa BUMKal Arum Sembada telah memiliki aset sebesar Rp160,3 juta tanpa adanya beban hutang, yang menunjukkan struktur keuangan yang relatif sehat di tahap awal pengembangan.
Ke depan, BUMKal Arum Sembada menargetkan penguatan usaha melalui penambahan populasi ternak, pengembangan pakan fermentasi, serta perluasan kemitraan dengan masyarakat. Selain itu, diversifikasi usaha seperti pengolahan pupuk kandang juga menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi.
Dengan berbagai upaya tersebut, BUMKal Arum Sembada diharapkan mampu tumbuh menjadi motor penggerak ekonomi kalurahan yang tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Langkah kecil yang dimulai hari ini diyakini akan menjadi pijakan kuat menuju kemandirian ekonomi desa di masa depan.
How useful was this post?
Click on a star to rate it!
Average rating 3 / 5. Vote count: 2
No votes so far! Be the first to rate this post.







