Bumdes, Peluang, dan Gaya Tak Biasa ala Bayu Satriyo

- Penulis

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Sendangtirto, urusan Bumdes bukan sekadar soal rapat panjang dan tumpukan berkas. Di sini, Bumdes Makmur Mandiri tumbuh dengan satu kata kunci: gerak. Gerak membaca peluang, gerak menangkap kesempatan, dan gerak mengubah potensi desa menjadi nilai ekonomi.

Dengan visi menjadi lembaga usaha desa yang berkualitas dan mampu melayani masyarakat demi kesejahteraan bersama, Bumdes Makmur Mandiri berdiri di atas tanah yang sangat subur bukan hanya secara harfiah, tapi juga secara peluang. Sendangtirto punya segalanya: pertanian, peternakan, usaha mikro dan kecil, Pasar Tegalsari yang terus berdenyut, wisata alam Lembang Kalkun, industri kecil, hingga potensi wisata berbasis sumber daya air. Tak berlebihan jika geliat ekonomi desa ini pelan-pelan ikut terangkat.

Motor penggeraknya adalah Bayu Satriyo Nugroho, direktur Bumdes Makmur Mandiri, seorang pengusaha tulen yang membawa gaya kepemimpinan yang tak biasa. Bagi Bayu, peluang tak boleh menunggu. Administrasi penting, iya, tapi peluang yang lewat belum tentu datang dua kali. Maka jangan heran jika gaya kerjanya sering bikin tim di sekitarnya ngos-ngosan. Satu ide belum selesai dibahas, ide lain sudah mengetuk pintu.

Gaya inilah yang terasa saat Tim Monitoring dari Dinas PMK berkunjung. Secara kasat mata, dokumen administrasi Bumdes memang belum setebal yang diharapkan. Tapi begitu sang direktur mulai bercerita, gambar besarnya langsung terbuka. Satu per satu unit usaha dipaparkan yang dikelola sendiri, yang berbasis kemitraan semuanya nyata dan berjalan.

Sejak 2022, Bumdes Makmur Mandiri telah mengembangkan unit usaha di bidang kuliner, perikanan, dan pengelolaan sampah, mayoritas dengan skema kemitraan. Pada 2025, Bumdes kembali melangkah lebih jauh setelah menerima penyertaan modal ketahanan pangan sebesar Rp 343.386.000,-. Dana ini disiapkan untuk mengembangkan peternakan ayam petelur, yang saat ini masih dalam tahap persiapan lahan karena dana baru ditransfer pada akhir Desember. Targetnya jelas: telur ayam lokal untuk memasok dapur-dapur MBG di Wilayah Berbah dan sekitarnya.

Kunjungan monitoring yang dipimpin Siska Wulandari, didampingi Agung Margandhi dan Tim, berlangsung hangat. Jajaran Pemerintah Kalurahan Sendangtirto mulai dari Lurah, Carik, Ulu-ulu, hingga pamong lainnya serta seluruh pengurus Bumdes menyempatkan hadir, dari awal hingga akhir kegiatan. Suasana cair, diskusi hidup, dan lapangan menjadi ruang belajar bersama.

Rombongan monitoring diajak melihat langsung unit-unit usaha yang telah berjalan, sekaligus meninjau lokasi rencana pengembangan unit usaha ketahanan pangan. Arif Harjanto, Pendamping Desa, setia mendampingi proses ini dari awal sampai akhir, memastikan setiap tahapan berjalan dengan tertib.

Dalam sambutannya, Lurah Sendangtirto Amir Junawan, selaku penasihat Bumdes, menyampaikan apresiasi atas evaluasi yang diberikan. Harapannya sederhana tapi penting: Bumdes Makmur Mandiri ke depan bisa semakin tertata, semakin maju, dan semakin memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Tim monitoring pun memberi catatan yang lugas terutama soal penguatan tata kelola administrasi dan keuangan. Transparansi, akuntabilitas, profesionalisme, dan tanggung jawab tetap menjadi fondasi yang tak bisa ditawar. Menanggapi hal itu, sang direktur dengan terbuka menyatakan kesiapan untuk berbenah, merapikan dokumen, dan memperkuat sistem pengelolaan.

Di Sendangtirto, Bumdes Makmur Mandiri sedang belajar menyeimbangkan dua dunia: naluri bisnis yang cepat bergerak dan tata kelola kelembagaan yang harus rapi. Sebab pada akhirnya, Bumdes bukan hanya soal untung, tapi juga soal kepercayaan dan keberlanjutan.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 4

No votes so far! Be the first to rate this post.

Berita Terkait

Dari Pepaya hingga Kambing Savera, Ikhtiar BUMKal Sumberadi Menata Ketahanan Pangan
LPJ BUMKal Sukma Sukoharjo Diterima, Unit Usaha Ketapang Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan dan PADes
Monitoring yang Tak Kaku: Tirtoadi, Pertanian, dan Direktur Bergaya Seniman
Air, Tanah, dan Asa: Cerita BUMKal Tlaga Usaha Mandiri Tlogoadi Merawat Ekonomi Warga
Susu Diperas, Dahaga Dilepas: Cerita Kambing Gayamharjo
Di Balik Jalan Terjal Wukirharjo, Ketahanan Pangan Dirawat dengan Kesabaran
Bukan Sekadar Wisata, Boko Makmur Menjadi Nadi Ekonomi Bokoharjo
BUMNag Lubuak Bakilek Malam Koto Kaciak: Dari Air Bersih hingga Ketahanan Pangan dan Wisata Desa
Berita ini 103 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 07:55 WIB

Dari Pepaya hingga Kambing Savera, Ikhtiar BUMKal Sumberadi Menata Ketahanan Pangan

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:09 WIB

LPJ BUMKal Sukma Sukoharjo Diterima, Unit Usaha Ketapang Jadi Tumpuan Baru Ketahanan Pangan dan PADes

Jumat, 6 Februari 2026 - 06:43 WIB

Monitoring yang Tak Kaku: Tirtoadi, Pertanian, dan Direktur Bergaya Seniman

Kamis, 5 Februari 2026 - 22:31 WIB

Air, Tanah, dan Asa: Cerita BUMKal Tlaga Usaha Mandiri Tlogoadi Merawat Ekonomi Warga

Kamis, 5 Februari 2026 - 04:45 WIB

Susu Diperas, Dahaga Dilepas: Cerita Kambing Gayamharjo

Berita Terbaru

Kabar BUMDes

Susu Diperas, Dahaga Dilepas: Cerita Kambing Gayamharjo

Kamis, 5 Feb 2026 - 04:45 WIB