Konsultasi BUMDES dalam Program MBG

Tanggal Agenda: 16 Juni 2025

RISALAH PERTEMUAN

Kegiatan: Konsultasi dan Diskusi Program Dapur SPPG (Makan Bergizi Gratis)

Tanggal: Tidak disebutkan secara spesifik (berdasarkan log: sekitar pukul 06:00–08:00 WIB)
Tempat: Zoom Meeting
Peserta:

  • Narasumber utama: Mas Agus Choliq
  • Moderator: Pak Suryo
  • Peserta dari berbagai wilayah (Sleman, Malang, Sumatera Barat, dll)
  • DESA Institute, Penggiat Bumdes, Perangkat Desa, Tenaga Pendamping, dan lainnya

Agenda Utama

  1. Konsultasi teknis pengajuan program dapur makan bergizi gratis (SPPG)
  2. Pembahasan peran BUMDes sebagai mitra dan supplier dalam program SPPG
  3. Strategi pengumpulan dana pembangunan dapur
  4. Diskusi kendala dan tanya jawab peserta

Poin-Poin Penting Diskusi

  1. Proses Pengajuan Dapur SPPG
  • Dibutuhkan proposal lengkap yang mencakup titik lokasi, sertifikat tanah, identitas penanggung jawab, foto/video lokasi, dan kelengkapan data yayasan.
  • Proposal diajukan melalui sistem: bagian.co.id
  • Status proposal melalui tahapan: Verifikasi PengajuanProses PembangunanSurvei Lapangan.
  1. Tenggat Waktu Pembangunan
  • Setelah disetujui, pembangunan harus diselesaikan dalam waktu maksimal 45 hari.
  • Namun, batas waktu ini bersifat fleksibel selama ada progres yang jelas dan terlaporkan.
  1. Pendanaan
  • Biaya pembangunan dapur sekitar 2,5 Miliar Rupiah.
  • BUMDes disarankan menggandeng investor lokal dengan sistem bagi hasil (misalnya sewa dapur dan keuntungan dari suplai bahan pangan).
  • Disarankan untuk membuat kitchen set custom sejak awal pembangunan agar efisiensi waktu terpenuhi.
  1. Peran dan Posisi BUMDes
  • BUMDes dapat menjadi supplier bahan pangan ke dapur SPPG.
  • Harus memenuhi standar kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pasokan (contoh: 3.500 porsi/hari).
  • Petani lokal bisa menjadi mitra melalui kerjasama dengan BUMDes.
  • Produk yang umum dibutuhkan: sayur kering (wortel, buncis, kol, brokoli), daging ayam, telur, tahu, tempe, dll.
  • Kangkung dan sayur basah umumnya tidak disarankan karena cepat layu dan sulit dikemas.
  1. Kualitas Makanan dan Jalur Pengaduan
  • Jika ada keluhan makanan, pengaduan dilakukan ke:
    • Asisten Lapangan (ASLAP)
    • Kepala Dapur
    • Ketua Kelompok (Kabupaten)
  • Kualitas makanan harus memenuhi standar gizi: karbohidrat (40%), protein (30%), serat (30%).
  1. Pertanyaan Peserta
  • Ali Akbar (Padang Pariaman): Menanyakan estimasi kebutuhan sayur untuk 3.000 porsi, luas lahan, dan cara pendataan petani.
  • Masrurudin (BUMDes Cangkring): Menanyakan link daftar calon dapur.
  • Alek Salehudin (Bogor): Menanyakan penggunaan dana sisa dalam SPPG dan asal-usul unsur ASLAP.
  • Irwan Utara: Menanyakan PIC dapur wilayah Sumsel.
  • M. Sirajuddin: Menanyakan akses rekaman Zoom.

Penutup

  • Mas Agus dan tim siap membantu proses percepatan verifikasi.
  • Kekuatan utama dari keberhasilan program ini adalah niat, strategi, dan kemauan kuat dari komunitas desa untuk bergerak.
  • Kolaborasi antar BUMDes, investor lokal, petani, dan yayasan sangat diperlukan untuk menjamin keberlanjutan program.