RISALAH PERTEMUAN
Kegiatan: Konsultasi dan Diskusi Program Dapur SPPG (Makan Bergizi Gratis)
Tanggal: Tidak disebutkan secara spesifik (berdasarkan log: sekitar pukul 06:00–08:00 WIB)
Tempat: Zoom Meeting
Peserta:
- Narasumber utama: Mas Agus Choliq
- Moderator: Pak Suryo
- Peserta dari berbagai wilayah (Sleman, Malang, Sumatera Barat, dll)
- DESA Institute, Penggiat Bumdes, Perangkat Desa, Tenaga Pendamping, dan lainnya
Agenda Utama
- Konsultasi teknis pengajuan program dapur makan bergizi gratis (SPPG)
- Pembahasan peran BUMDes sebagai mitra dan supplier dalam program SPPG
- Strategi pengumpulan dana pembangunan dapur
- Diskusi kendala dan tanya jawab peserta
Poin-Poin Penting Diskusi
- Proses Pengajuan Dapur SPPG
- Dibutuhkan proposal lengkap yang mencakup titik lokasi, sertifikat tanah, identitas penanggung jawab, foto/video lokasi, dan kelengkapan data yayasan.
- Proposal diajukan melalui sistem: bagian.co.id
- Status proposal melalui tahapan: Verifikasi Pengajuan → Proses Pembangunan → Survei Lapangan.
- Tenggat Waktu Pembangunan
- Setelah disetujui, pembangunan harus diselesaikan dalam waktu maksimal 45 hari.
- Namun, batas waktu ini bersifat fleksibel selama ada progres yang jelas dan terlaporkan.
- Pendanaan
- Biaya pembangunan dapur sekitar 2,5 Miliar Rupiah.
- BUMDes disarankan menggandeng investor lokal dengan sistem bagi hasil (misalnya sewa dapur dan keuntungan dari suplai bahan pangan).
- Disarankan untuk membuat kitchen set custom sejak awal pembangunan agar efisiensi waktu terpenuhi.
- Peran dan Posisi BUMDes
- BUMDes dapat menjadi supplier bahan pangan ke dapur SPPG.
- Harus memenuhi standar kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pasokan (contoh: 3.500 porsi/hari).
- Petani lokal bisa menjadi mitra melalui kerjasama dengan BUMDes.
- Produk yang umum dibutuhkan: sayur kering (wortel, buncis, kol, brokoli), daging ayam, telur, tahu, tempe, dll.
- Kangkung dan sayur basah umumnya tidak disarankan karena cepat layu dan sulit dikemas.
- Kualitas Makanan dan Jalur Pengaduan
- Jika ada keluhan makanan, pengaduan dilakukan ke:
- Asisten Lapangan (ASLAP)
- Kepala Dapur
- Ketua Kelompok (Kabupaten)
- Kualitas makanan harus memenuhi standar gizi: karbohidrat (40%), protein (30%), serat (30%).
- Pertanyaan Peserta
- Ali Akbar (Padang Pariaman): Menanyakan estimasi kebutuhan sayur untuk 3.000 porsi, luas lahan, dan cara pendataan petani.
- Masrurudin (BUMDes Cangkring): Menanyakan link daftar calon dapur.
- Alek Salehudin (Bogor): Menanyakan penggunaan dana sisa dalam SPPG dan asal-usul unsur ASLAP.
- Irwan Utara: Menanyakan PIC dapur wilayah Sumsel.
- M. Sirajuddin: Menanyakan akses rekaman Zoom.
Penutup
- Mas Agus dan tim siap membantu proses percepatan verifikasi.
- Kekuatan utama dari keberhasilan program ini adalah niat, strategi, dan kemauan kuat dari komunitas desa untuk bergerak.
- Kolaborasi antar BUMDes, investor lokal, petani, dan yayasan sangat diperlukan untuk menjamin keberlanjutan program.